بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

.

Jumat, 28 Agustus 2015

Buku

Bismillah

Buku adalah jendela dunia, Benar sahabat. Buku adalah jendela dunia karena melalui buku kita akan banyak belajar darinya karena melalui buku kita mendapat hikmah di dalamnya,
Kalau sahabat bagaimana?? Apakah suka membaca buku?? mungkin sebagian dari kita akan menjawab "Membaca buku itu membosankan dan bikin capek" itu memang bukan hal yang asing lagi, sangat banyak dari kita yang akan menjawab begitu, sayapun dulu seperti itu tapi pola pikir saya yang salah ini mendapat tanparan yang keras dari ayat Alloh. Saya kutip dari Surat Al Alaq Ayat 1, Ayat yang pertama turun kepada Rasullullah 

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
 Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,

Dari ayat di atas kita bisa mengambil hikmah bahwa membaca itu penting sahabat. Buka pikiranmu dan dobraklah!! berusahalah!! kalahkan rasa malasmu dan membacalah, Pergilah sahabat di toko buku dan carilah buku yang di dalamnya banyak pelajaran yang akan kita dapatkan, cobalah untuk membeli buku sirah (sejarah) peradaban islam atau tentang sirah nabawi. Maka sahabat akan jauh lebih Asyik terjun dan terbawa arus buku yang sahabat baca,Nikmati setiap kata yang sahabat baca, ketika mata sahabat lelah maka beristirahatlah dan bayangkan tadi yang sahabat baca, maka sahabat akan semakin penasaran dan seakan akan masuk dalam perjalanan yang ada dalam buku yang sahabat baca,

Ayo baca buku :)

Sabtu, 15 Agustus 2015

Solusi wanita haid ingin membaca Al Qur'an


Berikut ada solusi yang baik untuk para wanita ketika menghadapi masalah ini.

1- Membaca mushaf saat haidh namun tidak menyentuh secara langsung

Membaca masih dibolehkan bagi wanita yang berhadats. Yang tidak dibolehkan adalah menyentuh langsung saat berhadats.

Dalil yang menunjukkan larangan untuk menyentuhnya adalah ayat,

لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ

“Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan” (QS. Al Waqi’ah: 79)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَمُسُّ القُرْآن إِلاَّ وَأَنْتَ طَاهِرٌ

“Tidak boleh menyentuh Al Qur’an kecuali engkau dalam keadaan suci.” (HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya, beliau mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih). Dalam keadaan suci di sini bisa berarti suci dari hadats besar dan hadats kecil. Haidh dan nifas termasuk dalam hadats besar.

Jika dilarang menyentuh Al Quran dalam keadaan haidh, lalu bagaimana dengan membaca?

Solusinya dijelaskan oleh Syaikh Ibnu Baz rahimahullah di mana beliau berkata, “Diperbolehkan bagi wanita haid dan nifas untuk membaca Al Qur’an menurut pendapat ulama yang paling kuat. Alasannya, karena tidak ada dalil yang melarang hal ini. Namun, seharusnya membaca Al Qur’an tersebut tidak sampai menyentuh mushaf Al Qur’an. Kalau memang mau menyentuh Al Qur’an, maka seharusnya dengan menggunakan pembatas seperti kain yang suci dan semacamnya (bisa juga dengan sarung tangan, pen). Demikian pula untuk menulis Al Qur’an di kertas ketika hajat (dibutuhkan), maka diperbolehkan dengan menggunakan pembatas seperti kain tadi.” (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 10: 209-210)

Adapun hadits yang menyebutkan,

لا تقرأ الحائض ولا الجنب شيئاً من القرآن

“Tidak boleh membaca Al Qur’an sedikit pun juga bagi wanita haidh dan orang yang junub.” Imam Ahmad telah membicarakan hadits ini sebagaimana anaknya menanyakannya pada beliau lalu dinukil oleh Al ‘Aqili dalam Adh Dhu’afa’ (90), “Hadits ini batil. Isma’il bin ‘Iyas mengingkarinya.” Abu Hatim juga telah menyatakan hal yang sama sebagaimana dinukil oleh anaknya dalam Al ‘Ilal (1/49). Begitu pula Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Fatawanya (21/460), “Hadits ini adalah hadits dho’if sebagaimana kesepakatan para ulama pakar hadits.”

Ibnu Taimiyah mengatakan, “Hadits di atas tidak diketahui sanadnya sampai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hadits ini sama sekali tidak disampaikan oleh Ibnu ‘Umar, tidak pula Nafi’, tidak pula dari Musa bin ‘Uqbah, yang di mana sudah sangat ma’ruf banyak hadits dinukil dari mereka. Para wanita di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga sudang seringkali mengalami haidh, seandainya terlarangnya membaca Al Qur’an bagi wanita haidh atau nifas sebagaimana larangan shalat dan puasa bagi mereka, maka tentu saja Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan menerangkan hal ini pada umatnya. Begitu pula para istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengetahuinya dari beliau. Tentu saja hal ini akan dinukil di tengah-tengah manusia (para sahabat). Ketika tidak ada satu pun yang menukil larangan ini dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka tentu saja membaca Al Qur’an bagi mereka tidak bisa dikatakan haram. Karena senyatanya, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak melarang hal ini. Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri tidak melarangnya padahal begitu sering ada kasus haidh di masa itu, maka tentu saja hal ini tidaklah diharamkan.” (Majmu’ Al Fatawa, 26: 191)

2- Membaca Al Quran terjemahan

Kalau di atas disebut mushaf berarti seluruhnya berisi ayat Al Quran tanpa ada terjemahan. Namun kalau yang dibaca adalah Al Quran terjemahan, itu tidak termasuk mushaf.

Imam Nawawi rahimahullah dalam Al Majmu’ mengatakan, “Jika kitab tafsir tersebut lebih banyak kajian tafsirnya daripada ayat Al Qur’an sebagaimana umumnya kitab tafsir semacam itu, maka di sini ada beberapa pendapat ulama. Namun yang lebih tepat, kitab tafsir semacam itu tidak mengapa disentuh karena tidak disebut mushaf.”

Jika yang disentuh adalah Al Qur’an terjemahan dalam bahasa non Arab, maka itu tidak disebut mushaf yang disyaratkan dalam hadits mesti menyentuhnya dalam keadaan suci. Namun kitab atau buku seperti itu disebut tafsir sebagaimana ditegaskan oleh ulama Malikiyah. Oleh karena itu tidak mengapa menyentuh Al Qur’an terjemahan seperti itu karena hukumnya sama dengan menyentuh kitab tafsir. Akan tetapi, jika isi Al Qur’annya lebih banyak atau sama banyaknya dari kajian terjemahan, maka seharusnya tidak disentuh dalam keadaan berhadats.

Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik.



Dikutip dari

Artikel Muslimah.Or.Id

Minggu, 22 Februari 2015

Sederhananya Fatimah, Istri Khalifah Umar

Ketika mendengar suaminya menjadi khafilah baru, Fatimah sangat terkejut. Namun ia lebih terkejut ketika tahu kalau suaminya itu dikabarkan menolak segala fasilitas istana.
Umar bin Abdul Aziz memilih menunggang keledai untuk kendaraan sehari-hari, membatalkan acara pelantikan dirinya sebagai khalifah yang akan diadakan besar-besaran dan penuh kemewahan.
Sungguh Fatimah heran dan tidak percaya mendengar berita tersebut karena ia sangat mengenal siapa suaminya. Sosok yang sangat identik dengan kemewahan hidup mengapa secara tiba-tiba ia hendak berpaling dari kemewahan, padahal tampuk kekuasaan kaum muslimin baru saja di anugerahkan kepadanya?
Keterkejutannya semakin bertambah tatkala melihat suaminya pulang dari dari kota Damaskus, tempat ia dilantik sebagai khalifah umat islam. Suaminya terlihat lebih tua tiga tahun dibandungkan tiga hari yang lalu tatkala ia berangkat ke kota Damaskus. Wajahnya terlihat sangat letih, tubuhnya gemetaran dan layu karena menanggung beban yang teramat berat.
Dengan suara lirih Umar bin Abdul Aziz berkata dengan lembut dan penuh kasih-sayang kepada sang isteri tercinta, “Fatimah, isteriku…! Bukankah engkau telah tahu apa yang menimpaku? Beban yang teramat dipikulkan kepundakku, menjadi nakhoda bahtera yang dipenuhi, ditumpangi oleh umat Muhammad SAW. Tugas ini benar-benar menyita waktuku hingga hakku  terhadapmu akan terabaikan. Aku khawatir kelak engkau akan meninggalkanku apabila aku akan menjalani hidupku yang baru, padahal aku tidak ingin berpisah denganmu hingga ajal menjemputku.”
“Lalu, apa yang akan engkau lakukan sekarang?” tanya Fatimah.
“Fatimah…! Engkau tahu bukan, bahwa semua harta, fasilitas yang ada ditangan kita berasal dari umat Islam, aku ingin mengembalikan harta tersebut ke baitul mal, tanpa tersisa sedikitpun kecuali sebidang tanah yang kubeli dari hasil gajiku sebagai pegawai, disebidang tanah itu kelak akan kita bangun tempat berteduh kita dan aku hidup dari sebidang tanah tersebut. Maka jika engkau tidak sanggup dan tidak sabar terhadap rencana perjalanan hidupku yang akan penuh kekurangan dan penderitaan maka berterus-teranglah, dan sebaiknya engkau kembali ke orang tuamu!” jawab Umar bin Abdul Aziz.
Fatimah kembali bertanya,”Ya suamiku…apa yang sebenarnya membuat engkau berubah sedemikian rupa?”
“Aku memiliki jiwa yang tidak pernah puas, setiap yang kuinginkan selalu dapat kucapai, tetapi aku menginginkan sesuatu yang lebih baik lagi yang tidak ternilai dengan apapun juga yakni surga, surga adalah impian terakhirku,” jawab Umar bin Abdul Aziz lagi.
Aneh. Fatimah yang notabene merupakan wanita yang terbiasa hidup mewah, dengan fasilitas yang disediakan dan pelayanan yang super maksimal, tidak kecewa mendengar keputusan suaminya ia. Ia tidak menunjukan kekesalan dan keputus asaan. Justeru dengan suara yang tegar, mantap ia menegaskan, “Suamiku…! Lakukanlah yang menjadi keinginanmu dan aku akan setia disisimu baik dikala susah atau senang hinga maut memisahkan kita.”
Fatimah merupakan satu-satunya anak perempuan dari lima bersaudara putra khalifah daulah Abbasyiah yang bernama Abdul Malik bin Marwan. Layaknya putri raja, fatimah pun mendapatkan kehormatan dan segala fasilitas yang mewah, hidup dengan penuh kasih sayang dan dimanja oleh kedua orang tuanya dan saudara-saudaranya. Kebahagiannya menjadi sempurna dengan dipersunting oleh seorang lelaki yang terbaik pada zamannya, dari keluarga yang terhormat yang bernama Umar bin Abdul Aziz, yang hidup penuh dengan keglamoran dan kemewahan meskipun demikian ia merupakan sosok yang relegius dan sangat amanah.
Fatimah yang agung itu menjadi pendukung pertama gerakan perubahan yang akan dilakukan oleh suaminya yakni gerakan kesederhanan para pemimpin dalam kehidupan, demi bakti dan keridaan sang suami yang tercinta. Ia rela meninggalkan kemewahan hidup yang selama ini dinikmatinya, semuanya dilakukan dengan penuh kesadaran, keikhlasan atas pondasi keimanan yang kuat.
Di rumahnya yang baru, Fatimah hidup dengan penuh kesederhanaan. Pakaian yang dikenakan, makanan yang disantap tanpa ada kemewahan dan kelezatan semuanya tidak jauh dengan rakyat biasa padahal status yang mereka sandang adalah raja dan ratu seluruh umat Islam masa itu.
Begitu sederhananya konsep kehidupan yang mereka terapkan, orang yang belum mengenal tidak menyangka bahwa mereka adalah pasangan penguasa umat islam kala itu. Diceritakan, suatu hari datanglah wanita Mesir untuk menemui khalifah di rumahnya. Sesampai di rumah yang ditunjukkan, ia melihat seorang wanita yang cantik dengan pakaian yang sederhana sedang memperhatikan seseorang yang sedang memperbaiki pagar rumah yang  dalam kondisi rusak.
Setelah berkenalan si wanita Mesir baru sadar bahwa wanita tersebut adalah Fatimah, isteri sang Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz. Tamu itu pun menanyakan sesuatu hal, “Ya Sayyidati…, mengapa engkau tidak menutup auratmu dari orang yang sedang memperbaiki pagar rumah engkau?” Seraya tersenyum Fatimah menjawab, “Dia adalah amirul mukminin Umar bin Abdul Aziz yang sedang engkau cari.

Sumber (esqiel/islampos/muslimahzone.com)

Sabtu, 17 Januari 2015

PINTU-PINTU SEDEKAH

Bersedekahlah, agar Allah punya alasan untuk melipatgandakan harta benda anda!
Perbaiki sedekah anda, rawat dan siramilah pahalanya…




PINTU-PINTU SEDEKAH

Sedekah berasal dari kata; ash-shiqu yang berarti benar, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Sedekah adalah amal yang muncul dari hati yang penuh dengan iman yang benar, niat yang shahih, dan bertujuan untuk mengharap ridha dari Allah. Dalam maknanya yang umum, sedekah meliputi seluruh amal kebajikan dan meninggalkan kemungkaran. Makna tersebut dapat kita lihat antara lain dari sabda Rasulullah SAW.
Abu Zar meriwayatkan bahwasanya beberapa sahabat berkata kepada Rasulullah SAW “Ya Rasulullah, orang-orang kaya pergi dengan membawa pahala yang banyak. Mereka mengerjakan sholat sebagaimana yang kami kerjakan, dan mereka juga dapat bersedekah dengan kelebihan harta mereka. “ Rasulullah bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan banyak hal yang dapat kalian sedekahkan?Sesungguhnya setiap ucapan tasih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, memerintahkan yang makruf juga merupakan sedekah, mencegah kemungkaran adalah sedekah, dan pada persetubuhan juga ada nilai sedekah. “Mereka bertanya, “ Ya Rasulullah, apakah seseorang di antara kami yang menunaikan syahwatnya juga berpahala?” Rasulullah SAW menjawab, “ Bagaimana pendapat kalian jika ia menempatkannya pada tempat yang haram, bukankah ia akan berdosa? Demikian pula jika ia meletakkannya pada sesuatu yang halal, maka ia akan memperoleh pahala. “(H.R.Muslim)
Begitu juga dapat kita cermati dalam sabda Rasulullah Saw berikut ini: “Setiap ruas tulang manusia harus bersedekah setiap hari selagimatahari terbit. Kami mendamaikan dua orang yang berselisih adalah sedekah; menolong seseorang untuk menaiki kendaraannya adalah sedekah; ucapan yang baik adalah sedekah; setiap langkah yang diayunkan menuju shalat adalah sedekah; dankamu menyingkirkan gangguan dari jalan juga sedekah. “(H.R. Al-Nukhari dan Muslim)
Hadis tersebut menunjukan pintu-pintu sedekah yang sangat banyak. Setiap orang dapat memperoleh pahala sedekah jika melakukan salah satu dari hal-hal yang diperincikan oleh Rasulullah Saw tersebut. Bahkan, dalam keterangan yang lain, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa berjumpa dengan sesama muslim dengan wajah ceria saja merupakan seekah yang bernilai di sisi Allah SWT. Pendek kata, sedekah dalam makna ini mencakup seluruh amal saleh, baik yang zahir maupun yang batin selama sejalan dengan sunah Rasulullah SAW dan diniatkan semata-mata karena Allah SWT.
Di dalam Shahih Muslim disebutkan bahwa sendi-sendi manusia berjumlah tiga ratus enam puluh (tsalasatsu mi’ah wasittun) buah. Sendi-sendi tersebut menghubungkan berbagai anggota tubuh, sehingga membuat bentuk tubuh menjadi indah dan mewujudkan kesatuan gerak sendi ternyata membutuhkan asupan gizi yang cukup, kesatuan gerak. Di samping membutuhkan asupan energi rohani, sehingga sendi-sendi yang banyak tersebut bergerak untuk beramal kebajikan dan mudah menghindar dari keburukan. Nah, tahukah anda bahwa sedekah merupakan asupan gizi bagi sendi-sendi yang dibutuhkan setiap hari?
Imam An-Hawawi menhadirkan keua hadis di atas dalam kitabnya; Arbai’n An-Nawawi No.25 dan 26. Para peserta didik sudah mengenal hadis di atas semenjak sekolah dasar. Dari penjelasan para ulama, kita memahami bahwa Imam An-Nawawi ingin menegaskan pentingnya sedekah demi menjaga dan membentengi anggota tubuh dari kemaksiatan.
Sebagaimana tersurat secara jelas dalam hadis di atas, setiap sendi membutuhkan sedekah sebaai konsumsinya. Sehingga kalau kita menganalogikan pada kebutuhan jasmani untuk gerak fisik, maka ketika gizi dan vitamin makanan tidak mencukupi, menjadi lesulah anggota tubuh untuk beraktivitas menyelesaikan tugas-tugas manusiawi. Demikian pula dengan kebutuhan rohani, ketika sumber energinya tidak diberikan, maka sendi-sendi itu akan malas untuk beramal kebajikan dan akan mudah dikendalikan oleh setan melakukan berbagai kejahatan.
Meskipun sebagian besar dari amalan di atas begitu ringan, tidak berarti setiap orang mampu untuk mengamalkannya. Tidak semua orang mampu, apalagi istiqamah mengucakan kalimat-kalimat thayibah setiap harinya. Tidak setiap orang menyiapkan diri untuk shalat berjamaah di masjid. Tidak setiap orang ringan beramal kebajikan. Oleh sebab itu, untuk mengaplikasikan amalan-amalan sedekah tersebut dibutuhkan keimanan dan kesadaran. Orang yang acuh tak acuh terhadap kepentingan umum akan membiarkan sebuah batu di tengah jalan, meski ia tahu bahwa batu tersebut dapat menyebabkan pengendara sepeda motor terjatu.
Hari-hari ini mungkin Anda pernah melihat tumpukan pasir pembangunan rumah pribadi yang memakan setengah jalan umum. Di siang hari, banyak kendaraan terhambat lewat jika berpapasan. Di dalam hari, beberapa kendaraan terjatuh karenanya. Sementara si pemilik dan pemborong setali tiga uang, tidak begitu menggubri persoalan umum. Paling-paling kalau ada kasus segera minta maaf dan membereskan tumpukan pasirnya.
Kita juga menyaksikan sekelompok orang yang alih-alih mendamaikan dua pihak yang bertikai, mereka justru memperparah konflik dan memanfaatkannya untuk kepentingan pribadinya. Jadi, untuk beramal ringan sebagai sedekah harian bagi tubuh kita, tidak semudah membalikan telapak tangan.

Selasa, 09 Desember 2014

Di Bekam

Bismillah

Subhanalloh, ternyata gini rasanya di bekam?? temen-temen uda tau bekam?? bekam adalah pengobatan kuno yang sudah ada sejak beribu ribu tahun lalu, dan Nabipun mensunahkan kita untuk berbekam. Yak mungkin dari antum sudah banyak yang tau bekam, hanya saja ragu dengan bekam, atau takut dengan bekam.

Bekam itu rasanya tidak sakit sahabat, cuman bagi sahabat yang belum pernah di bekam kalian bakal rasain gatal ketika cop bekam pertama kali di tancapkan di tubuh dan di sedot dengan alat bekam, setelah beberapa menit maka pembekam (terapis) akan mualai mencacah/menyeyak daerah yang sudah di cop tadi dengan pisau bekam atau dengan pensil yang ada jarumnya dan proses selanjutnya akan di cop untuk mengeluarkan darah kotor dalam tubuh kita, dan kita akan di cop beberapa kali sampai darah kotor sudah maksimal keluarnya tapi jangan takut ketika di sayak atau tusuk jaum itu cuman sekali aja kok sahabat, dan tidak sakit. Tadi saya malah geli-geli dikit hehe, tapi baiknya bagi sahabat yang ingin berbekam di anjurkan makan dulu ya sahabat, soalnya pas proses bekam itu banyak energi yang akan keluar dan setelah bekam mungkin ada sebagian dari kita bakalan merasa pusing atau lemas, tapi gak usah kwatir, kita duduk sebentar paliang uda sembuh sahabat. hehe

Tapi tidak semua orang boleh di bekam sahabat, karena ada sebagian orang yang tidak cocok di bekam, dan yang boleh menentukan kita untuk di bekam itu terapis yang memang ahli dalam bidang itu, kebetulan mahad almadina (pesantren tempat saya tinggal dan menuntut ilmu) bekerja sama dengan terapis yang sudah berkompeten untuk mendirikan griya sehat alami yang bertempat di jl Tlogomas 77 kota malang. Awalnya saya merasa gatal sahabat, mungkin karena alergi dengan makanan tapi saya tidak sadar maka saya berkonsultasi dengan terapis Griya Sehat Alami kemudian saya disarankan untuk berbekam. Dan ini adalah pengalaman bekam saya yang pertama lo,

Bagi sahabat yang ingin berbekam ada yang harus di perhatikan, yaitu hari-hari yang di sunahkan  nabi untuk berbekam yaitu tanggal 17,19,21 dari bulan Qomariah, Selain mengikuti sunnah bekam juga sangat baik untuk kesehatan tubuh kita dan untuk penyakit bagikita punya penyakit, tapi saya doakan semoga sahabat di beri kesehatan oleh Alloh SWT, tapi ingat teman! bekam bukan cuman untuk orang yang sakit, tapi bekam juga baik untuk menjaga kesehatan :-) Wallohu a'lam bissowab



Rabu, 03 Desember 2014

Belajar Tembaga

Bismillah

Alhamdulillah sekarang sudah mulai beneran saya jadi pengusaha, yah walaupun masih meraba2. Di Bisnis tembaga ini saya sangat awam banget sahabat, gimana tidak?? saya dulu smk jurusan listrik, sekarang jadi santri, tapi kok bisa nyambung tembaga seh??

Yab sahabat, Alhamdulillah, Insyaaaloh Alloh telah memberi jalan rezeky melalui pengolahan tambang. Tambang yang sekarang menjadi proyek pondok saya di AlMadina batu, sebagai pondok entreprener kami mulai mengembangkan sayap kami untuk merebut ekonomi dunia dan menjadikan ekonomi islam menjadi hidup kembali, doakan ya sahabat?? :)

Walaupun bisnis ini belum jalan tapi Alhamdulillah kami telah menyiapkan alat dan bahan baku, dan sudah ada saudara kita menjadi investor untuk ini, kemarin sih tanggal 2 desember 14' sudah mulai produksi tapi ada kendala sedikit waktu produksi, ya wajarlah kami di mulai bisnis ini dengan riset,riset, dan riset jadi kami selalu berupaya menemuakan cara ampuh untuk mengolah tembaga, Mulai dari alat,bahan baku insyaalloh kami sudah berupaya menyiapkan sendiri dengan ust najib dan mas bambang dan mas heri yang sudah melobi-lobi sampai ke pacitan untuk masalah bahan baku, yang jelas sahabat kita inikan negeri kaya, kaya akan mineral2 yang alloh sudah berikan pada kita, dan tinggal bagaimana kita berikhtiar memanfaatkannya dan untuk kita gunakan dijalan Alloh, masak kita yang punya kita di mau saja tiap hari dirampokkin mulu??

Langkah yang pertama mahad AlMadina melalui ustadz najib dan mas bambang akan bikin PT sahabat, gak tanggung2 kami sangat serius dalam bisnis ini, karena saya yakin Alloh akan memberikan ridhoNya melalui bisnis ini.Karena sekarang sahabat, permintaan akan tembaga sangatlah banyak, sudah banyak perusahaan yang siap menampung hasil kami,

Doa saya sahabat. Bismillah, semoga bisnis ini diberi keberkahan sama Alloh dan di beri kelancaran agar berjalan dengan baik dan dapat memberi manfaat untuk sudara2 kita nanti, Saya juga minta doanya untuk sahabat yang telah membaca postingan saya ini,

Selasa, 04 November 2014

Di Balik Hilangnya Motor

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Cerita bermula saat saya di ajak ust Najib, ketika itu ada pertemuan bisnis dengan salah satu saudara muslim kita untuk membahas bisnis pengolahan tembaga (sore hari waktu itu di daerah Rampal kota Malang ). Dan hasil dari rapat tersebut sudah deal untuk melanjutkan bisnis. Kemudian kami (saya dan ust Najib) meluncur pulang, saat itu waktu magrib kami mampir sebentar di masjid di dekat jalan. Rencana selanjutnya saya akan menghantarkan Ust Najib ke rumah beliau, setelah solat magrib kami melanjutkan perjalanan pulang. Sampai di rumah ust Najib saya pamit pulang ke pondok, Dan ketika itu adzan Isya berkumandang dan secara spontan saya berhenti di salah satu masjid dekat rumah ust Najib, ketika hendak mengunci motor, perasaan saya ada yang gak enak tapi saya pasrah saja sama Alloh dan menyerahkan semua kepada Alloh, saya kunci ganda motor saya dan segeralah saya mengambil wudu, saya solat isya dan benar saja! saya melihat keluar masjid ternyata motor saya hilang! dan spontan saya telfon ust Najib dan kami berangkat ke kantor polisi untuk mengurusnya, saat kami di ajak di tkp perasaan saya biasa saja, sejak saya menaruh motor saya saya sudah ikhlas,Dan tanpa tidak sengaja saya mendengar orang yang di dikat masjid berkata "Masak orang itu yang kehilangan?" "kok wajahnya biasa saja seh" haha dan sayapun tersenyum dalam hati

Tapi ketika sampai di Ma'had (pesantren) saya langsung drop, dalam hati berfikir, Apa yang di mau Alloh dari ini? dan sayapun semakin terpuruk dengan pikiran saya yang saya merasa ini adalah godaan setan untuk mempengaruhi hatiku, Sejenak saya memejamkan mata dan saya mulai berkata dalam hati, "Setiap kali Allah akan memberi yang besar maka pasti ada cobaan yang besar di dalamnya"

Doa saya "semoga Allah mengganti motorku yang hilang dengan al Qur'an didalam hatiku dan Allah lebih dalam lagi untuk menyayangiku" Aamiin

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
HOME LOGIN