Mari menuju generasi emas Islam

Kamis, 02 Mei 2013

Isyarat Haraki Dalam Surat Yasin ayat 13-27



Isyarat Haraki Dalam
Surat Yasin ayat 13-27

Asbab Nuzul Yasin

Sebelum membahas mengenai tafsir Yasin ayat 13-27, ada baiknya jika kita menelaah sepintas mengenai sebab turunnya Yasin, hal ini berfungsi sebagai tambahan wawasan bagi semua.


Imam al-Suyuti dalam Kitabnya yang berjudul Lubab al-Nuqul Fi Asbab al-Nuzul menyebutkan sebuah riwayat yang beliau ambil dari Imam Abu Nu`aim al-Asbahani, bahwa Ibnu Abbas berkata,"Suatu ketika Rasulullah SAW membaca surat al-Sajadah dengan suara yang keras, hingga orang-orang yang berasal dari suku Quraisy merasa kesal dan berdiri menuju Rasulullah SAW untuk menghentikannya. Dengan tiba-tiba, tangan-tangan mereka sendiri bergerak dan mencekik leher mereka, hingga mereka tidak bisa berbicara dan tidak bisa lagi melihat. Maka mereka segera datang kepada Nabi SAW dalam keadaan seperti itu dan berkata,"Allah sangat keras melindungi dan menyayangimu ya Muhammad." Maka Nabi SAW berdoa kepada Allah SWT, dan mereka kembali seperti keadaan semula. Maka kemudian Allah SWT menurunkan Yasin ayat 1-10, meskipun mereka tidak juga beriman seorang pun dengan kejadian tersebut.

Selanjutnya, mari bersama menelaah uraian tafsir Yasin ayat 13-27 berikut:


وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلًا أَصْحَابَ الْقَرْيَةِ إِذْ جَاءَهَا الْمُرْسَلُونَ (13) إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوا إِنَّا إِلَيْكُمْ مُرْسَلُونَ (14)


"Dan sampaikanlah kepada mereka sebuah perumpamaan (kisah ibrah) mengenai penduduk suatu daerah, ketika datang kepada mereka orang-orang yang diutus."

Ibnu Jarir dalam Tafsir al-Thabari menyebutkan sebuah riwayat yang bersumber dari Qatadah, bahwa yang dimaksud dalam cerita ini adalah Nabi Isa a.s, ketika beliau mengutus dua orang muridnya dari kaum hawariyin ke Antokiah, yaitu sebuah kota di Romawi/Rum. Penduduk daerah tersebut tidak memprcayai kedua utusan tersebut, hingga Nabi Isa a.s pun mengirim utusan yang ketiga untuk menguatkan keduanya.

Isyarat Haraki dalam ayat ini:
ü  Dalam menyampaikan materi-materi dakwah, lebih efektif dengan menggunakan amtsal/perumpamaan, sehingga lebih mudah difahami oleh objek dakwah, metode inilah yang banyak digunakan dalam Al-Qur'an.
ü  Pentingnya Ma'rifah al-Maidan (keluasan pengamatan dan pengetahuan lapangan) bagi seorang qiyadah dakwah yang mencakup berbagai daerah, tidak hanya daerah yang terdekat dan mudah terjangkau, tetapi juga daerah-daerah jauh dari jangkauan, jika dimungkinkan adanya peluang bagi perkembangan dakwah, ditinjau dari segi kestrategisan daerahnya.
ü  Pengamatan perkembangan dakwah di setiap daerah oleh qiyadah; Dengan mengetahui kondisi detail perkembangan dakwah di sebuah daerah, memungkinkan seorang qiyadah dakwah untuk mengambil keputusan yang cepat dan tepat. Inilah yang dilakukan oleh Nabi Isa a.s dengan mengirim utusan dakwahnya yang ketiga.
ü   Kesatuan hati dan kesolidan gerak para aktivis yang diamanakan bertugas dalam satu wilayah dakwah; Isyarat inilah yang dimaksud dalam pernyataan ketiga utusan di atas dengan menyatakan secara bersama-sama bahwa mereka adalah utusan dakwah.

قَالُوا مَا أَنْتُمْ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُنَا وَمَا أَنْزَلَ الرَّحْمَنُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا تَكْذِبُونَ(15) قَالُوا رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّا إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَ (16) وَمَا عَلَيْنَا إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ(17)


"Mereka (penduduk daerah tersebut) berkata,"Tidaklah kalian (terlihat di mata kami) melainkan hanya sebagai manusia biasa, dan (sepengetahuan kami) Allah SWT tidak menurunkan sesuatupun, tidaklah kalian (menurut pandangan kami) kecuali hanyalah orang-orang yang berdusta. Mereka (para utusan tersebut) mengatakan sesungguhnya Tuhan kami mengetahui bahwa kami benar-benar adalah utusan dakwah yang diutus kepada kamu sekalian. Dan tidaklah ada kewajiban atas kami kecuali hanya menyampaikan (mengerjakan)"

Ibnu Jarir melanjutkan penjelasan beliau mengenai respon penduduk daerah tersebut setelah datangnya utusan ketiga, dan juga setelah mereka bertiga mengatakan bahwa mereka adalah utusan dakwah yang sengaja didatangkan ke daerah tersebut, penduduk daerah tersebut hanya berkata,"Tidaklah kalian wahai orang-orang yang mengaku sebagai utusan dakwah, melainkan hanya sebagai manusia biasa seperti kami. Jika seandainya kalian adalah utusan yang diamanahkan untuk berdakwah kepada kami, maka seharusnya yang datang bukanlah manusia seperti kalian, akan tetapi seorang malaikat."

Isyarat Haraki dalam ayat ini:
ü  Penentangan terhadap dai adalah sunnatullah dalam dakwah.
ü  Salah satu alasan yang menjadikan objek dakwah menolak dakwah adalah status social dainya. Oleh karena itu, perlu adanya keseimbangan status social antara dai yang ditugaskan dengan objek dakwah yang akan didakwahinya. Seorang pengusaha yang besar dan sukses sebaiknya didakwahi oleh pengusaha yang sama besar dan suksesnya, seorang yang berkedudukan didakwahi oleh orang yang berkedudukan pula. Meskipun peluang untuk ditolaknya dakwah tetaplah ada, sebagaimana kisah di atas. Namun, bukan berarti ketidaksamaan dalam status social kemudian menjadi alasan untuk berdiam diri dari mendakwahi orang-orang yang status sosialnya lebih tinggi. Hal ini dilakukan jika seandainya sudah diusahakan terlebih dahulu, dan yang dihasilkan hanyalah penolakan demi penolakan, sebagaimana kisah di atas.
ü   Keashlian dakwah (meminjam bahasa Ust.Rahmat Abdullah-Semoga Allah merahmati beliau-) haruslah menjadi sebuah hal yang tertanam kokoh di hati seorang dai, yang dengannya lahir sebuah kesadaran dan komitmen untuk berkontribusi dalam barisan dakwah ini, tanpa menunggu dan membutuhkan legalisasi-legalisasi keduniaan yang lain, selain dari legalisasi yang telah disampaikan oleh Allah dan Rasul-Nya. Inilah yang mendorong seorang dai untuk berkata,"Sesungguhnya cukuplah Tuhan kami yang mengetahui, bahwa kami benar-benar orang-orang yang diamanahi untuk menyampaikan dakwah ini kepada kalian."
ü  Huruf ta'qid (Huruf Penguat/untuk penekanan makna) dalam kata"Lamursalun" yang berarti "Benar-benar orang yang diutus",menyiratkan makna tentang keyakinan yang kokoh dan mengakar dalam hati seorang dai mengenai hakikat dakwahnya. Ia memahami hakikat dakwahnya bukan sebagai tuntutan wajihah atau pun permintaan hizbnya, tetapi ia menyadari sesadar-sadarnya bahwa yang meminta dan menuntutnya adalah Allah dan Rasul-Nya.
ü  Sering ditemukan dalam dakwah ini orang-orang yang tidak juga terbuka hatinya untuk menerima kebenaran dakwah, meskipun sudah dilakukan berbagai cara untuk mengajak dan memahamkannya. Tidak perlu terlalu jauh, kadang-kadang yang menjadi seperti ini justru adalah salah satu anggota keluarga seorang dai itu sendiri. Dalam kondisi seperti ini, seorang dai haruslah ingat kembali bahwa misi utama yang di embankan kepadanya hanyalah ikhtiar dan terus berikhtiar, adapun urusan hidayah, maka itu adalah hak Allah SWT yang menentukannya.

قَالُوا إِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْ لَئِنْ لَمْ تَنْتَهُوا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُمْ مِنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ(18) قَالُوا طَائِرُكُمْ مَعَكُمْ أَئِنْ ذُكِّرْتُمْ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ (19)


"Mereka (penduduk daerah tersebut) berkata, sesungguhnya kami telah ditimpa kesialan dengan (datangnya) kalian, jika kalian tidak berhenti (dari mendakwahi kami), maka kami akan merajam kalian, dan akan menimpakan kepada kalian makar (siksa) yang pedih (keji). Mereka (para utusan tersebut) berkata, sesungguhnya kesialan (malapetaka) yang menimpa kalian adalah karena ulah tangan kalian sendiri, apakah kalian sudah memahami bahwa kesialan kalian adalah karena ulah kalian sendiri? Akan tetapi kalian bahkan sudah termasuk kaum yang sangat berlebihan (dalam maksiat kepada Allah)."

Tsaqofah:
Dalam qiraat yang lain, kata yang digaris bawahi di atas (أَئِنْ ذُكِّرْتُمْ) dibaca dengan (أَيْنَ ذُكِرْتُمْ), meskipun dengan tidak menimbulkan perubahan makna yang signifikan. Hal ini bertujuan untuk mempermudah pengucapan huruf Kaf. Karena bagi sebagian suku Arab, penyebutan huruf tasydid sesudah dhammah merupakan suatu hal yang sulit karena sangat jarang digunakan dalam bahasa keseharian mereka.

Isyarat Haraki dalam ayat ini:
ü  Pentingnya menumbuhkan dan menjaga sikap al-Syaja`ah(keberanian) dalam diri seorang dai. Dengan adanya syaja'ahdalam dirinya, seorang dai tidak akan mudah mundur, apalagi lari dari medan dakwah dan jihad, hanya karena berhadapan dengan ancaman fisik dan psikis yang disampaikan oleh pihak-pihak yang tidak senang terhadap dakwahnya.
ü  Pentingnya melatih rasionalitas dan memadukannya dengan kemampuan retorika yang memadai bagi seorang dai, agar setiap argument dan hujjah yang disampaikannya mampu ditangkap dengan jelas oleh objek dakwahnya.
ü  Perpaduan antara asy-Syaja'ah (keberanian) dengan kemampuan rasionalisasi yang disudah didukung oleh kemampuan retorika yang memadai, membuat para utusan dakwah dalam ilustrasi ayat di atas, mampu menyangga dan mematahkan setiap tuduhan yang disampaikan terhadap dakwah yang mereka bawa.

وَجَاءَ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَى قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ (20) اتَّبِعُوا مَنْ لَا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَهُمْ مُهْتَدُونَ (21)


"Dan datanglah dari sudut kota, seorang laki-laki yang bergegas (terburu-buru), ia berkata,"Wahai kaumku! Ikutilah oleh kalian orang-orang yang diutus ini. Ikutilah oleh kalian orang-orang yang tidak meminta balasan apapun dari kalian ini, karena mereka adalah orang-orang yang sudah mendapat petunjuk."

Imam Ibnu Jarir menyebutkan bahwa laki-laki tersebut bernama Habib bin Murri. Sebuah riwayat yang disampaikan oleh Imam Wahb bin Munabbih al-Yamani menyebutkan dari Ibnu Abas, bahwa ia adalah seorang penduduk Antokiah yang berprofesi sebagai al-jarir (ana belum menemukan terjemah sebenarnya kata ini, hanya saja dalam kamus al-Munawwir dituliskan maknanya adalah kendali dan tali kekang). Ana menduga mungkin maksudnya adalah seorang yang bekerja sebagai gembala hewan ternak, atau sejenisnya. 

Beliau adalah seorang yang berbadan kurus yang bertempat tinggal di salah satu sudut kota, ia berjalan dengan cepat menuju kumpulan kaum tersebut. Beliau adalah seorang yang sangat suka bersedekah. Jika sore hari telah tiba, maka beliau segera mengumpulkan dan menghitung penghasilannya pada hari tersebut dan membaginya menjadi dua bagian, sebagiannya unutk keperluan beliau, dan sebagiannya lagi untuk disedekahkan….subhanallah sekali..

Satu hal yang menarik dari beliau yaitu dengan kondisi tubuhnya yang kurus, kesibukan dan kelelahan beliau mencari nafkah di siang hari, dan juga kondisi tubuhnya yang sudah sangat lemah, tidak membuat beliau lalai dan lemah dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah.

Isyarat Haraki dalam ayat ini:
ü  Seorang kader dakwah sejati haruslah memiliki perhatian dan kontribusi nyata untuk mendukung agenda dan kerja dakwah yang dilaksanakan di sekitar daerah tempat tinggalnya.
ü  Kondisi tubuh, kelelahan dan keletihan yang dialami di siang hari untuk mencari nafkah, bukanlah alasan untuk menurunkan standar amal yaumi yang sudah ditetapkan dan menjadi kebiasaan seorang dai.
ü  Pentingnya Tarbiyah iqtisadiyah (manajemen keuangan rumah tangga) untuk menopang keberjalanan program-program dakwah. Sebagaimana Ust.Rahmat Abdullah –semoga Allah merahmati beliau- katakan bahwa "Brankas kita dalam dakwah ini adalah kantong kita sendiri."

 وَمَا لِيَ لَا أَعْبُدُ الَّذِي فَطَرَنِي وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (22) أَأَتَّخِذُ مِنْ دُونِهِ آلِهَةً إِنْ يُرِدْنِ الرَّحْمَنُ بِضُرٍّ لَا تُغْنِ عَنِّي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا وَلَا يُنْقِذُونِ (23) إِنِّي إِذًا لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ (24) إِنِّي آمَنْتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُونِ (25)


"Dan ada apakah denganku, jika aku tidak menyembah Dzat yang telah menciptakanku, sedang kepadanya kita semua dikembalikan. Apakah aku akan mengambil tuhan-tuhan selain-Nya, sedangkan jika al-Rahmanmenimpakan malapetaka kepadaku, maka mereka (tuhan-tuhan tersebut) tidak akan dapat memberikan syafa'at (pertolongan) kepadaku dan tidak pula dapat menyelamatkanku. Sesungguhnya jika aku melakukan yang demikian, maka aku telah berada dalam kesesatan yang nyata. Sesungguhnya aku beriman kepada Tuhan kalian, maka dengarkanlah aku."

Tsaqofah:
Para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai orang yang mengeluarkan perkataan pada ayat terakhir di atas, yaitu,"Sesungguhnya aku beriman kepada Tuhan kalian, maka dengarkanlah aku."
Sebagian ulama berpendapat bahwa perkataan ini adalah perkataan yang diucapkan oleh Habib bin al-Murri. Sebagian yang lain berpendapat bahwa perkataan ini adalah perkataan yang disampaikan oleh para utusan sebelumnya.
Setelah menyampaikan perkataan tersebut, maka Habib al-Murri pun dibunuh oleh kaumnya sendiri, hingga ia syahid.

Tsaqofah:
Para ahli tafsir berselisih mengenai cara kaumnya membunuhnya, sebagian mengatakan bahwa ia dirajam (dilempari) batu oleh kaumnya hingga ia meninggal. Namun satu hal yang sangat mengharukan, selama menahan rasa sakit akibat dilempari kaumnya tersebut, ia hanya terus menerus mengucapkan doa,"Wahai Tuhanku, berilah petunjuk kepada kaumku, wahai Tuhanku, berilah petunjuk kepada kaumku, wahai Tuhanku, berilah petunjuk kepada kaumku!” beliau tetap mengucapkan doa tersebut hingga meninggal.

Ulama tafsir yang lain berpendapat bahwa kaumnya menjatuhkannya ke tanah secara bersama-sama, lalu kemudian menginjak-injak tubuh kurus beliau hingga meninggal.

Isyarat Haraki dalam ayat ini:
ü  Pentingnya kekokohan pemahaman ketauhidan dan implementasinya bagi seorang dai.
ü  Pentingnya mensyiarkan ketauhidan, hal ini tercermin dalam pernyataan Habib bin al-Murri di atas,"Sesungguhnya aku beriman kepada Tuhan kalian, maka dengarkanlah aku."
ü  Pentingnya penguasaan rasionalisasi ketauhidan dan konsekuensinya dalam kehidupan seorang dai.
ü  Ketika sebuah agenda dan program dakwah mengalami kegagalan ataupun ketidaksuksesan pada sebuah wilayah, maka yang paling merasa bersalah adalah kader-kader dakwah yang ada pada daerah tersebut. Inilah isyarat yang disampaikan dalam ilustrasi cerita di atas, yaitu beralihnya persoalan dari tiga orang kader dakwah utusan kepada Habib bin al-Murri, sebagai kader dakwah yang ada pada daerah tersebut.

 قِيلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَ قَالَ يَا لَيْتَ قَوْمِي يَعْلَمُونَ (26) بِمَا غَفَرَ لِي رَبِّي وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُكْرَمِينَ (27)


"Dikatakan kepadanya (ketika telah meninggal), masuklah engkau ke dalam surga. Ia berkata,"Wahai sekiranya kaumku bisa mengetahui hal ini. Yaitu penyebab Tuhanku mengampuniku, dan menjadikanku di antara orang-orang yang dimuliakan."

Inilah akhir dari cerita ini, yang inti akhirnya adalah akhir yang baik (husnul khatimah) bagi orang-orang yang meninggal dan syahid di jalan dakwah ini. Pada akhir cerita ini, seolah-olah Allah ingin menyingkap rahasia alam kubur kepada setiap aktivis dakwah, bahwa seperti inilah kenikmatan yang diberikan kepada setiap mujahid di kubur mereka. Semoga Allah SWT menjadikan kita satu di antara mujahid yang meninggal karena syahid di jalan-Nya….amien.

Wallahu A`lam

Semoga bermanfaat……….

Bandung, 22 April 2013/12 Jumadil Akhir 1434 H, Pkl.23.17 WIB

Khadim Al-Qur'an wa As-Sunnah




Referensi :
Tafsir al-Thabari
Lubab al-Nuqul Fi Asbab al-Nuzul Imam al-Suyuti

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Yuk kita dengerin lantunan surat Yasiin dari Ust. Yusuf Mansyur

Selasa, 23 April 2013

Edwin dan Surah Al-A'laa

Surah Al-A'la (Bahasa Arab:الْأعلى) adalah surat ke 87 dalam Al Qur'an. Surat ini tergolong surat makiyyah yang terdiri atas 19 ayat. Dinamakan Al A’laa yang berarti Yang paling tinggi diambil dari perkataan Al A’laa yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Muslim meriwayatkan dalam kitab Al Jumu'ah, dan diriwayatkan pula oleh Ashhaabus Sunan, dari Nu'man ibnu Basyir bahwa Rasulullah s.a.w. pada salat dua hari Raya (Fitri dan Adha) dan salat Jumat membaca surat Al A´laa pada rakaat pertama, dan surat Al Ghaasyiyah pada rakaat kedua.

Inilah surat yang pertama kali membuat hati saya terenyuh karena keindahan kata-kata di dalamnya. Pertama kali saya mendengar dan saya langsung jatuh cinta. Pertama saya mendengar surat ini ketika saya saya melihat sholat i'dul fitri di televisi. Ketika itu saya mendengar surat ini di rakaat pertama. awalnya saya tidak begitu menyimak soalanya saya kurang fokus dengan tivi yang menyiarkan tapi ketika imam membaca sampai ayat ke 7 ini lah saya langsung kagum mungkin karena lafadz sanag imam yang membuat hati saya bergetar mendengarnya. dengan refleks saya langsung bertanya kepada bapak saya. surat apa ini pak? Kok indah banget? (hehe ini  bukan yang sebenarnya soalnya saya pakai bahasa jawa broo) dan bapak saya bilang kalau ini surat Al-A'laa. dan semenjak itu saya mencoba mencari tau tentang surat ini. saya buka Musyaf Quran saya. Sya baca setiap hari dan saya juga mencari banyak Audio-audio Murottal tentang surat ini. Banyak sekali Murottal yang saya download dari internet. Berbagai macam gaya lantunan dari para Syeckh Timur tengah seperti Abdur-Rahman as-SudaisMaher al-MuaiqlySaad al-GhamdiHani ar-Rifai, dan masih banyak lagi.

Melalui suara merekalah saya belajar melagukan bacaan saya. sampai akhirnya saya memutuskan untuk menghafal surat Al-A'laa ini. Waktu itu saya kelas 2 Smk dengan tehnik menghafal yang sama sekali saya tidak tau saya mencoba menghafal surat ini dengan membaca terus menerus keseluruhannya saya selalu menyalakan mp3 Murottal tapi gak nyantol-nyantol. setiap kali saya ingat-ingat ayat yang sudah saya hafal kepala saya terasa sangat sakit. Mungkin ini efek yang timbul karena hati saya yang masih kotor atau mungkin cara menghafal saya yang keliru dan bisa jadi karena gaya bahasa Arab dan Indonesia yang begitu jauh berbeda. Hingga sekitar 1 bulan saya baru bisa menghafal 15 ayat masih kurang 4 ayat lagi dan tepat 1 bulan 1/2. Alhamdulillah saya sudah bisa menghafal. hehe Perjuangan yang sangat berat bagi saya dan kala itulah pertama kali saya menghafal surat dalam Al Quran yang begitu panjang waktu itu. Karena saya waktu itu hanya bisa hafal surat-suratan pendek yang pendek sekali paling banyak 7 ayat hahaha. Dan setelah hafal saya selalu baca surat Al-A'laa ini dalam solat saya. Dan mungkin karena surat ini Allah memberi hidayah kepada saya. Dulu solat saya yang sering bolong-bolong akhirnya jadi semangat untuk solat 5 waktu. Semoga saya bisa istiqomah dalam solat dan lebih banyak lagi menghafal surat hingga menjadi seorang Hafidz Aamiin.

Dan setelah beberapa lama saya bertemu dengan adik keponakan saya yang beradaq di pondok kota Malang saya, Beliau di pondok memang di khususkan untuk menjadi seorang penghafal quran (Hafidz quran)  saya pun bertanya tentang cara menghafal surah dalam Al Quran yang mudah. Ternyata triknya mudah : jangan pacaran, jangan Berzina, Jangan suka Bohong dan jangan suka nyayi lagu-lagu kayak pop rock dan sejenisnya. Terus baca 1 ayat itu di ulang ulang hingga 20 kali, kemudian Ayat ke-2 juga di baca sebanyak 20 kali hingga ayat ke-5 setelah ayat ke-5 sudah di baca 20 kali ulang bacaan surat mulai dari ayat 1 sampai 5 di gabung dan di baca sebanyak 20 kali. . .

yaah saya berdoa semoga saya,keluarga besar saya, anak dan istri saya kelak juga bisa menjadi seorang Hafidz Quran, dan semua orang terdekat saya, orang kenalan saya, dan kalau perlu semua umat muslim di dunia ini mampu menjadi seorang hafidz aamiin

Oh ya sahabat kalau minat dengerin surat Al-A'laa ini bisa dengerin juga lho di sini :)



Sabtu, 09 Februari 2013

Edwin Bikin Blog Sedekah

 
As'salamualaikum sahabat edwin sudah lama saya tidak posting lagi, ya maaf sahabat saya sekarang sibuk ngurus blog baru yang saya kelola dengan sahabat-sahabat saya " investorsedekah.com" yang pada dasarnya saya ingin lebih mengajak diri saya dan sahabat muslim semua untuk lebih termotivasi lagi untuk semakin banyak sedekah.Blog " investorsedekah.com" akan banyak memuat artikel artikel pembakar semangat. Dengan moto “Makin banyak sedekah makin tambah kaya” saya berharap semua sahabat muslim mau untuk lebih banyak lagi dalam bersedekah. Di sini saya tidak akan membahas panjang lebar tentang sedekah, bisa langsung aja meluncur menuju " investorsedekah.com"

Blog terbaru saya ini terbit pada 4 februari 2013. Ya seru juga sih ngurus blog sedekah ini. Selain mampu memberi motivasi untuk orang lain saya juga semakin bersemangat untuk lebih bersedekah lagi. Nama investor sedekah sendiri saya buat ketika tidak sengaja saya melihat acara kegemaran saya apalagi kalau bukan Wisata Hati di Antv setiap jam 5 pagi. Hehehe bukan maksud promosi sahabat tapi coba deh liat itu acara selain menambah wawasan kita akan sering tersadar akan betapa indahnya sedekah yang sering di gembor-gemborkan ustad idola saya Ustd Yusuf Mansur Al-Hafidz. Jadikan menu makan pagi kita setiap habis solat subuh, hafalin one day one ayat sambil liat tu acara hehe. . .

Ketika itu tema acaranya tentang seminar di malang yang dibawakan oleh beliau Ustad Yusuf Mansur. Dan di belakang beliau ada benner besar yang ada tulisan gede dan ada gambar PPPA Darul Quran, Rumah Tahfidz, dan ada Makelar Sedekah. . . wah keren tu Makelar Sedekah yang di buat oleh Beliu. Kemudian saya mulai berimajinasi untuk buat yang sama yang keren juga kemudian saya mulai berfikir nama yang cocok. Tak lama saya menemukan nama Cinta Sedekah” tapi kok kedengarannya gak keren banget seh, lalu Cintailah Sedekah” tapi juga gak keren dan saya menghubungi mas Dzofar.com saya minta di buatin logo yang akan saya buat untuk imajinasi saya itu. Tapi katanya mas ndop (pemilik Dzofar.com) itu jelek namanya lalu saya mencoba tenang dan tidak buru-buru dalam memilih pembuatan nama.

Dan ketika saya liat acara berita saya mendapat kata-kata investasi wah keren banget tu nama ya akhirnya saya hubungi lagi mas Ndop dan akhirnya sekarang telah jadi di desaind dan telah saya pesan juga untuk domain " investorsedekah.com" dan saya buat blognya saya ngajak temen-temen saya yang seneng sedekah juga dan akhirnya hasilnya bisa kita liat juga di blog kami (saya dan kawan-kawan) ayo cepet liat ya di " investorsedekah.com" J

Wa’salamualaikum sahabat J

Minggu, 06 Januari 2013

Bumi Takeran Bersolawat

Alhamdulillah Yaa Allah. . . Akhirnya saya bisa juga bersholawat ria langsung bersama sang idola Al Habib Syech bin Abdulqodir Assegaf. Setelah lama di nanti beliau sang Habib yang berdakwah di jalan Sholawat hadir di tempat yang sama sekali tidak saya duga. Yang saya nanti sang Habib dapat hadir di Madiun yang sekira saya lumayan dekat dengan tempat saya tinggal. Tak di sangka-sangka ternyata sang Habib hadir di tempat saya. hehe di pesantren yang ada seorang alumni yang sekarang menjadi menteri BUMN. siapa yang tak kenal bapak Dahlan Iskan. beliaulah yang membuat acara yang menghadirkan Habib Syech Bin Abdull Qadir Assegaf. Biaya nya tak main-main saya dengar untuk panggung yang digunakan saja menghabiskan biaya 60jt. Sabtu 5 januari 13' jam 7 malam acara di mulai yang di laksanakan di lapangan kecamatan Takeran kab Magetan. acara ini dihadiri oleh pengurus Pesantren Sabilil Mustaqim, bapak Menteri, bapak Bupati Magetan. subhanallah acara ramai sekali. walaupun hujan turun deras tapi saya dan semua penonton yang hadir sangat antusias dalam melantunkan sholawat2 yang di pimpin oleh syeh dan di iringi oleh hadroh Ahbabul Mustofa dari Madiun. dan acara selesai tepat pukul 11 malam. Saat saya datang di sana dalam keadaan hujan banyak sekali sahabat muslim yang sudah memenuhi lapangan. banyak pula yang berasal dari luar kota. syeh membawakan banyak lagu sholawat yang salah satunya lagu faforite saya yaitu Sholatun Bissalam Mubiin. semoga kelak saya dapat menghadirkan sendiri dengan biaya saya sendiri sang syeh. agar saya dapat membahagiakan orang-orang di sekitar lingkungan saya dan bersama-sama melantunkan Sholawat bersama-sama  aamiin Sholawat bersama-sama  aamiin

Kamis, 03 Januari 2013

Bertemu Sahabat Hati

Subhanallah hari ini sungguh hari yang sangat berkesan dan membuat terkejut. Salah seorang sahabat Smp dekat saya yang berada di Kab Probolinggo yang hampir 1 tahun tak berjumpa yang sekarang lagi Kuliah di kota Bandung datang dengan cara yang tidak saya duga2 hehe. Mas Aditya Permana sahabat yang sangat saya kagumi dan saya sayangi mengunjungi saya dengan cara memberi kejutan. Awalnya saya dengan beliau berchatting ria dengan aplikasi gratisan ala Hp masa kini (Whatsapp) di ulang tahun yang ke 19 saya ini saya mengira beliau bercanda dengan saya lewat chatting. Biasanya kami itu memang sedikit berlebihan dalam bercanda. Pertama kami membahas kabar masing-masing. Kemudian Mas Adit mengajak saya ketemu di masjid Agung. ya karena saya menganggap ini bercanda jadi saya balasnya ya asal-asalan. Tak lama kemudian beliau menelefon saya ya saya belum sadar kalau beliau serius tapi anggapan saya ya bercanda lagi hehe ya masak beliau di Probolinggo bisa tiba2 datang di madiun. soalnya mas beliau juga bilang saya beneran kan saya punya ilmu pindah tempat dengan cepat.

Tak lama berselang saya ganti menelefon beliau. Terus belia bilang ayo ketemu di hypermart nanti kalau sudah datang saya temuin. Karena saya yakin akan kata-kata beliau akhirnya saya nekat berangkat bismillah walau cuaca agak gerimis. kemudian saya mengajak salah teman saya di kampung untuk menemanin saya. dalam hati saya kalu mas Adit bohong ya saya gunain aja waktu keluar ini biar gak sia-sia buat keliling kota sama Teman di kampung saya ini. Tak lama berselang saya tiba di hypermart dan saya duduk2 di teras depan hypermart. Kemudian saya chat Beliau untuk segera nemuin saya. Waahh tak lama di tunggu mas Adit Hadir dengan sedikit tersenyum. dalam hati saya berfikir apakah saya ini lagi bermimpi? kok bisa mas Adit hadir didepan saya?? langsung saja spontan saya memeluk beliau wah rasanya seperti mau menangis. setelah selesai menyapa kami memutuskan utuk karaoke an. jujur karena kami tidak tau harus kemana jadi kami sapakat untuk karaoke riang bersama. di tempat karaoke kami bertiga bingung mau nyanyi apa? soalnya saya sendiri sekarang juga menghindari nyanyi lagu-lagu yang tidak ada unsur islaminya. kami berdua karaoke di naff tempat karaoke keluarga. tapi yang sedikit membuat saya agak malu adalah saat menggunakan muslim




Setelah puas karaoke mas Adit mentraktir saya dan teman saya sebuah steak daging di salah satu rumah makan kaki lima yang lumayan rame. kami bertiga di belikan steak yang mahal. katanya ini kado ulang tahun untuk saya. Subhanallah semoga Allah membalas semua kebaikan beliau. Aamiin. Kami bertiga awalnya tidak mendapat tempat kaeran sangat rame warungnya. ada tempat tapi basah. setelah menunggu gak lama akhirnya kami dapat tempat. saat itu kami memesan double beafsteak dan dua gelas jeruk hangat untuk saya dan teman saya. sedangkan mas adit memesan segelas nescafe hangat.

kenyang makan2 kamudian kami menuju Aloon-Aloon kota untuk bercerita-cerita sebentar membahas hal-hal islam dan sedikit canda tawa. bercerita pengalaman dan aktifitas sehari-hari masing masing. waktu menunjukan jan 11 malam akhirnya kami menghantar mas Adit ke hotelnya dan berpamitan. jujur dalam hati saya kurang puas bertemu dan saya masing ingin bercerita melepas rindu dengan beliau. tapi beliau besok sudah harus kembali ke Probolinggo jadi mau bagaimana lagi. trimakasih mas Adit saya bersyukur bisa bertemu anda walaupun hanya sebentar tapi sangat berharga sekali bagi saya. Syukron Yaa Akhi :)

Minggu, 30 Desember 2012

Melepas Penat Di Sarangan


Hari ini 30 desember 2012, hari saya berpergian ke jalan tembus (JT) jalan alternatif yang menghubungkan antara Magetan Jawa Timur dan Karanganyar Jawa Tengah, di sinilah tempat yang banyak di gunakan anak muda ataupun orang tua yang mengajak keluarganya atau anak muda yang mengajak temannya atau pacarnya untuk menikmati indahnya alam disana juga terdapat tempat wisata telaga Sarangan atau juga ada air terjun Sarangan. Tempatnya lumayan asyik untuk di jadikan tempat melepas penat karena udaranya yang sejuk dan suasana pegunungan yang amat menenagkan hati. Tempat ini terletak di lereng gunung lawu.

Saya memang sudah dari kemarin hari telah punya angan-angan ke sana soalnya ada Ardan salah satu teman saya yang sekolahnya di pondok tapi belum pernah mengunjungi sarangan. Ya maklum saja rumahnya Di Ngawi tapi dia punya saudara  di dekat rumah saya. Neneknya lebih jelasnya. Bersama pak leknya yang masih muda saya sudah berangan-angan untuk berangkat. Setelah ke esokan harinya saya sms pak leknya. Saya tanyakan jadi gak acaranya. Ya pertama hampir aja gak jadi soalnya motornya yang gak ada. Setelah berunding akhirnya ngajak temen lagi buat di ajak bareng-bareng ke sana. Wah setelah Hanta (temen yang lain) mau di ajakya akhirnya kami sepakat berangkat jam 10 pagi. Setelah menyelesaikan film Naruto yang movie. Setelah waktu menunjukan jam 10 ya saya mandi, pakai celana sama pakai kaos+jaket tapi setelah di pikir-pikir ngapain pakai jaket sekali-kali gak usah pakai jaket.

Setelah semuanya siap eh saya tunggu lama gak nongol-nongol ternyata Hanta masih mandi. Eh jam uda 10.30 saya kira gak jadi berangkat. Dan setelah beberapa menunggu ternyata hadir personil yang lain temen satu Rt juga banyak yang kepingin ikut. Alhamdulillah lah biar rame suasananya. Setelah semua siap dengan motor masing-masing yang lain di bonceng kami berangkat,. Eh baru perjalanan kira-kira 3 kilo ujan turun deras banget ya akhirnya kami berteduh. Apes banget dah uda siap-siap udah ganteng-ganteng kok ujan turun tiba-tiba. Gak lama menunggu ujannya reda eh ya lanjut dah. Wah gila lama nunggu ujan tadi ternyata hanya berjarak 200m langitnya terang banget jalannya gak ada bekas ujan sama sekali.

Setelah jalan kira-kira 10 Km ujan turun lagi akhirnya menepi lagi tapi pas menepinya di pom bensin sekalian isi Full dah. Tapi kelihatannya ujannya bakalan awet dah kelihatan langitnya gelap banget sama ujannya deres. Ya kira-kira menunggu 20 menit gak ada ujannya reda tapi masih gerimis. Ya lanjutin aja dah.. dalam hati nyesel banget kenapa tadi gak pakai jaket. Dinginnya udara terasa menembus tulang. Hmmm hhrrr. Setelah berjalan kurang lebih 13 Km eh ujannya turun lagi. Ya akhirnya menepi lagi. Setelah seperti itu terus kejadiannya “ujan menepi-reda jalan lagi” terus sampai 3x ya akhirnya sepakat walaupun ujan terjang aja biar cepet sampai. Dengan menunggangi motor dengan hati-hati soalnya jalannya licin akhirnya sampai juga di jalan tembus di sana berjajar banyak warung yang menjual sate kelinci dan aneka minuman hangat akhirnya kami memutuskan untuk menepi sesuai tujuan awal jauh-jauh motoran hanya untuk meneguk segelas kopi hahaha. Semua terlihat pucat karena kedinginan. Dan udaranya juga yang pada dasarnya sudah sangat dingin udara khas pegunungan. Kami semua pesan aneka minuman hangat. Saya sendiri memesan segelas energen dan semangkuk mie sedap lengkap denagn telur  untuk menghangatkan tubuh. Dengan baju yang basah saya melepas baju saya dan menjemurnya. Gila dingin dingin gak pake baju, mana badan saya kurus gepeng tanpa daging hahaha tapi saya mah enjoy aja dah yang penting gak kedinginan akhirnya teman saya Mas mahmud ikut-ikut lepas baju dan gak pakai apa-apa wkwkw. Sambil ngopi di selingi juga canda tawa. Karena saya juga bawa camera digital kami semua narsis2 dah baut foto2.




Model foto yang aneh-aneh haha. Setelah puas berfoto ria dan semua juga sudah puas dan minuman juga sudah habis sekitar jam 2 sore kami pulang. Karena embun yang turun begitu tebal menambah udara yang dingin dalam perjalanan hahaha saya naik motor dengan pelan-pelan hingga akhirnya kira-kira 10 Km saya merasakan sudah gak terlalu dingin saya akhirnya ngebut dah. Sampai rumah saya langsung mandi solat dan pakai selimut yang tebel banget coz gak kuat sama dinginnya. Hehehe

Inilah akhir cerita lagi-lagi menjadi cerita yang tak begitu seru tapi begitu berkesan. Saran saya sahabat edwin sediakan payung sebelum hujan. Jangan sok kayak saya gak pakai jaket akhirnya kesiksa juga. Hehe akhirnya Wa’salamualaikum. . . J

Kamis, 27 Desember 2012

Mengelana Ke Jogja

Hari itu, rabu 26/12/12 hari yang cerah dan pukul 1 pagi saya sudah bersiap-siap untuk menuju ke rumah wali kelas saya. tujuan saya untuk berkumpul karena bus yang akan saya dan teman-teman satu kelas di smk yang akan kami tumpangi menuju candi borobudur dan jogja berada. setelah mandi dan berdandan saya langsung menuju ke rumah pak Agus. Beliaulah guru yang menjadi wali kelas saya selama 2 tahun. sampainya di sana saya sudah melihat banyak teman- teman yang berwajah cerah penuh semangat telah menanti teman yang lain untuk segera berangkat. waktu menunjukan pukul 2 pagi, dan saya menyempatkan sejenak waktu saya bersama teman-teman untuk solat tahajud.

pada pukul 2.30 kami bersiap-siap menuju ke bus tapi salah satu dari teman kelas yang molor sampai jam 3 pagi. sebenarnya saya sudah sedikit emosi akan tingkahnya. Dalam acara ini saya bertindak sebagai ketua panitia. kalau boleh jujur saya sangat malas dan muak ketika menjadi panitia. setiap kali membuat rencana untuk acara rekreasi ini saya selalu di tentang dan tidak terlalu dihiraukan. kebijakan saya selalu di sepelekan. tapi Alhamdulillah akhirnya acara ini terlaksana juga walaupun banyak kendala yang ada.

tidak semua teman sekelas saya yang ikut. Ada 2 orang yang tidak ikut karena alasan mereka yang bisa di maklumi. pukul 3 pagi kami berangkat  menuju tujuan kami yang pertama yaitu Candi Borobudur. Pukul 4 pagi kami tiba di kab Ngawi dan sejenak kami meluangkan waktu untuk bersama-sama menjalankan solat subuh. setelah selesai kami berangkat kembali. dalam perjalanan di bus kami menghapus rasa bosan kami dengan bernyanyi bersama bergoyang bersama itulah indahnya rasa kebersamaan. dan banyak juga dari peserta rekreasi yang tidur dalam bus. peserta rekreasi ini ada 28 orang dimana disana ada 23 warga smk dan 5 orang dari keluarga pak Agus wali kami. pak agus membawa satu saudaranya dan istri beserta 2 anaknya.

waktu menunjukan pukul 10 pagi dan kami tiba di candi Borobudur. dan saya pun sebagai panitia bergegas untuk mengurus tiket untuk peserta rekreasi. tanpa diduga dana yang kami siapka untuk tiket adalah 1500.000 tapi karena kami mendapat dispensasi dengan menyerahkan kartu pengantar yang di tanda tangani oleh pak Sigit selaku kepala sekolah jadi kami mendapat  potongan harga sebanyak 10%. dan saya hanya membayar dengan 325.00 saja. setelah semuanya beres kami berkumpul kembali untuk saya bagikan tiket dan menuju ke candi. kami berpencar menurut kelompok yang di inginkan dan saya sempatkan untuk banyak berfoto-foto dan saya juga membeli tas kecil yang akan saya hadiahkan untuk orang istimewa (ibu)






Satpamnya bergaya cool wkwkwk










                                                                                       






















saya juga sempat berfoto dengan bule bersama teman saya lhoooo. haha saya kurang pandai dalam bahasa inggris ini hanya menggunakan sedikit bahasa untuk mengajak bule berfoto bareng hehe. setelah puas dan waktu yang di tentukan berakhir kamu bersama-sama kembali ke bus dan makan bekal yang di bawa oleh pak Agus. setelah makan selesai kelompok yang tidak suka dengan saya baru tiba. rasanya di hati sangat marah karena mereka selalu melanggar kesepakatan yang saya buat bersama-sama telah di sepakati.

pukul  12.45 kami meneruskan perjalanan dan menuju tempat wisata yang kedua yaitu pantai yang saya sendiri tidak tau namanya. jam 3.30 kami tiba dan saya mengurus tiketnya. kemudian sejenak kami solat berjamaah yang di jamak menjadi 1. selesai dan saya bersama teman-teman menikmati pantai yang saya kira tidak indah sama sekali, pantainya keruh dan banyak sampah dimana-mana. saya dan teman-teman yang lain juga tidak boleh bermain air laut karena ombaknya yang sangat besar dan ketika masuk kami di peringatka untuk tidak berenang karena waktu pagi ada salah satu pengunjung yang hilang di telan ombak laut.

selesai di pantai kami meneruskan perjalanan dan berhenti sejenak di pusat oleh-oleh tapi saya tidak turun karena saya tidak berminat untuk membeli jajanan. selang 2 jam kami tiba di jalan Malioboro Jogjakarta. kami di di isyaratkan untuk segera kembali pada jam 8 malam karena bus harus sudah sampai di madiun jam 12 malam. kami sepakat dan saya mulai bergegas jalan-jalan. pertama saya di tawarkan becak wisata dengan 10rb kita bebas manikmati indahnya jalan Malioboro dan pusat oleh-oleh. saya pertama menolak dan memutuskan jalan-jalan menikmati indahnya kota dan keramaian kota. setelah lama jalan kami merasa kecapekan dan memutuskan untuk menyewa dokar.

ketika bertemu dokar harga sewanya sangat mahal masak 7 orang di hargai 10 rb? waduh ya akhirnya gak jadi dan memilih untuk menyewa becak. setelah selesai bernegosiasi harga akhirnya sepakat 1 becak 10rb. kami menyewa 2 becak untuk 7 orang. akhirnya saya pangku pangkuan dah... tiba di jalan Malioboro saya dan teman-teman mulai mencari pakaian dan sandal-sandal untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. teman saya yang bernama pak e pinter mencari tempat yang keren barang bagus dan murah ya akhirnya saya memutuskan manut saja saya dia mau di bawa kemana saya juga ngikut aja. soalnya dia sering main di malioboro dan hafal akan malioboro. pertama saya gak minat beli-beli setelah merasa ada yang bagus waaah akhirnya kepincut juga buat beli. ya akhirnya saya beli 1 kaos panjang harga 37.500 sama 1 celana pendek harga 35.500.

selesai berbelanja dan jalan-jalan sama teman-teman mau kembali ke bus. lupa karena tadi di bilangin pak agus kalau nasinya kurang 1 jadi harus ada yang ngalah buat gak makan jadi saya beli makan sendiri di sana. eh malah setelah ngikut pak e kami semua nyasar di jalan gak tambah deket sama tempat parkiran bue eh malah tmabah jauh banget pool dah. wah waktu mepet makanan gak dapat jalannya tambah jauh buangeettt buset capek banget. terus saya memutuskan untuk nyewa becak buset harganya bos 30rb perbecak ya tekor dah kalau gitu. jadi kami melanjutkan buat jalan cepat lebih dekat biar dapet becak yang murah. rombongan saya di sms terus sama pak Agus buat cepat-cepat kembali karena mau menuju pulang kemadiun. kami semua gelisah dan akhirnya dapat becak juga ongkos 15.000.

tapi sampenya di parkiran bus wah rasa marah timbul lagi kelompok yang anti saya belum datang tapi malah masih jalan-jalan padahal waktu udah jam 8.30 mereka di telfon gak diangkat angkat. benernya saya emosi itu bukan karena mbenci atau marah tapi saya itu sungkan sama pak Agus yang jadi pembimbing kami. setelah lama mereka tiba dan pak Agus marah-marah. saya juga kepancing buat marah. dan jam 9 pun kami berangkat kembali ke madiun dan tiba di madiun jam 1.30 malam. kami pun puas dan rasa emosi itupun saya lupakan karena kalau di pikirpikir teman satu kelas saya itu seperti keluarga bagi saya

Senin, 17 Desember 2012

Berdoa Dengan Cara Memaksa


Selamat datang sahabat di blog saya. Sekarang saya akan berbagi sedikit pengalaman saya yang berharga yang ingin saya bagi dengan sahabat edwin semua. Pengalaman inilah yang sekarang menjadi suatu kebiasaan saya setiap hari. Ketika setiap habis saya solat 5 waktu ataupun solat sunah, saya selalu meminta kepada Allah dengan cara memaksa dan saya lakukan secara berulang-ulang. Ketika doa belum terkabul-kabul.  Saya selalu menagih doa yang saya utarakan kepada Allah.

Gimana sih maksudnya edwin? Gini sahabat saya berbuat seperti ini karena mempunyai argumentasi secara kuat mengenai hal ini. Dan entah mengapa apa yang saya inginkan (maaf bukan bermaksud riya’), apa yang saya minta kepada Allah pasti terkabul dengan cara yang saya lakukan ini. Masak beneran sih?  Yang menjadi argumentasi adalah karena kita semua di ciptakan oleh Allah dan kita hanya berhak meminta kepada Allah, dan tidak ada yang berhak kita mintai kecuali hanya kepada Allah saja. Maka dari itu saya selalu berdoa kepada Allah dengan sedikit memaksa, sebagai contoh “Yaa Allah hamba mohon beri hamba Motor yamaha v-ixion warna merah marun, saya minta yaa Allah secepatnya engkau berikan kepada hamba, karena hamba ingin memilikinya, tolong berikan motor itu selambat-lambatnya tiga bulan kedepan! Hamba minta Yaa Allah! Tolong kabulkan Yaa Allah!!” Saya lakukan doa itu secara berulang-ulang

Dan apa yang terjadi ketika itu saya masih kelas 3 SMP dan ketika saya beranjak masuk ke tingkat SMA secara tidak terduga, Allah memberikan motor itu tepat ketika 3 bulan lamanya saya meminta melalui kakak saya. Subhanallah Maha kaya Allah. Itu semua mudah Bagi Allah kuncinya adalah kita harus yakin Allah pasti akan mengabulkan. Apakah cara yang saya lakukan itu tidak sopan? Allah itu milik kita sahabat, karena hanya kepada Allah sajalah kita meminta jadi kita harus memaksa Allah untuk mengabulkan, sebab kalau kita sampai meminta kepada selain Allah itu namanya sirik sahabat edwin. Kita bebas sahabat meminta kepada Allah yang penting kita jangan meminta kepada selain Allah.

Yang jelas sahabat Allah itu Maha kaya jadi saya sarankan kita jangan hanya meminta hal-hal yang sepele sahabat. Itu sama saja kita meragukan Kebesaran Allah. Dan yang paling utama sahabat edwin kita juga harus mengimbanginya dengan melakukan kewajiban kita, solat jangan sampai ada yang bolong-bolong, kita tambah rezeki kita denagn cara solat sunah dhuha, kita minta agar rezeki kita di permudah. Dan tidak lupa juga kita harus mengimbanginya dengan kerja keras kita. Dan yang penting janganlah sampai kita lupa untuk bersedekah sahabat! Karena InsyaAllah ketika kita bersedekah kepada orang yang membutuhkan , Allah juga pasti membalasnya berkali-kali lipat! Melalui itu juga doa kita akan cepat terkabul.

Lalu bagaimana kalau doa kita tidak terkabul-kabul? Pasti itu ada yang salah dengan kita sahabat, faktornya banyak yang pertama bisa jadi saat kita meminta kepada Allah kita sendiri tidak yakin kalau Allah tidak akan mengabulkannya, atau kita merasa ragu kalau doa kita akan terlaksana. Alasannya adalah “bagaimana Allah mau mengabulkan kalau kita saja sudah tidak yakin atau ragu-ragu” karena saya pernah mendengar ketika saya mengikuti sebuah seminar pengusaha ketika saya mau menginjak ke SMA , saya mengikuti seminar di malang saat itu, dan saya di beri argumentasi soal ini. Yang menjadi seminar itu sangat saya ingat adalah kata-kata “Allah sebagaimana prasangka umatnya” itu kalau tidak salah. Lalu apa pengertiannya? Ketika kita berprasangka buruk kepada Allah maka Allah juga akan berprasangka buruk kepada kita, Ketika kita hendak meminta kepada Allah tapi kita ragu-ragu, maka Allah juga kan ragu-ragu untuk mengabulkan doa kita. “kalau kasarannya adalah ketika ada seseorang yang meminta tolong kepada kita tapi dia tidak yakin atau ragu-ragu kepada kita ngapain juga kita harus bantu kalau dia seperti menyepelekan kita? Ya itulah gambaran mudahnya. Jadi selalulah untuk positive thinking.

Yang kedua ketika kita meminta lalu tidak terkabul-kabulkan oleh Allah yang salah pada kita adalah cara berdoa kita. Kalu kita berdoa kepada Allah tapi doanya belum jelas maka doa itu akan sulit terkabul, bisa jadi doanya akan lama terkabul atau bisa jadi cepat terkabul. Jadi ketika kita hendak berdoa kepada Allah, kiata harus berdoa secara terperinci. Maksudnya kiata harus elngakap dalam memintanya. Contoh ketika kita berdoa tidak perinci dengan jelas “Yaa Allah hamba ingin motor v-ixion yaa Allah” maka responya adalah yang pertama kiat akan cepat mendapat motor itu, yang kedua adalah motor itu akan datang kepada kita sangatlah lama, karena apa? Allah menyangka kita tidak terlalu butuh motor itu, maka aka di kabulkan selama 4 bulan, 7 bula, 1 tahun mendatang bahkan 10 tahun baru kita mendapatkan motor itu. Bisa jadi motor itu warnanya tidak sesuai dengan harapan kiat, motornya motor bekas atau lain sebagainya, Jadi apa yang harus kita lakukan? Ya kita harus jelas meminta kepada Allah “Yaa Allah hamba ingin motor yamaha v-ixion Ya Allah, hamba ingin motor v-ixion warna merah marun, hamba ingin mendapat motor itu yang masih baru Yaa Allah, hamba ingin Engkau memmberikannya selambat-lambatnnya 3 bulan lagi yaa Allah. Kalau perlu pasang gambar itu di kamar kita dan setiap kita memandang kita baca solawat nabi dan menunjuknya, seperti itulah Yaa Allah motornya! Baguskan? Cepat kabulkan Yaa Allah, maka secara tidak terduga InsyaAllah atas izin Allah motor itu tidak lama akan hadir di hadapan kita. Pengalaman ini saya dapat ketika saya melihat vidio ustadz Yusuf Mansyur yang juga menjadi idola saya, ketika itu saya mencoba mempraktekkan apa yang beliau katakan dan hasilnya luar biasa.

Lalu bagai mana kalau doa itu juga tidak terkabul-kabul juga? Bisa berarti Allah mempunyai tujuan yang lain untuk kita, Bisa jadi Allah ingin memberikan yang lebih baik dari apa yang kita minta selama ini, karena Allah lebih tau apa yang terbaik bagi kita. Bisa jadi apabila kita dikabulkan permohan kita maka kita kan menjadi jauh dari Allah. tapi yang  jelas sahabat edwin. Allah pasti akan mengabulkan apa yang kita minta selama ini suatu saat nanti, karena semua doa kita pasti dikabulkan cepat atau lambat tapi kalau belum terkabul-kabul Allah hanya ingin menentukan waktu yang tepat untuk mengabulkan doa kita itu. Yakinlah itu sahabat, Karena Allah Maha Kaya, karena Allah Maha Segalanya

Senin, 10 Desember 2012

Sedekah yuuk Biar Kaya!!!!

Sedekah adalah hal yang ringan saat kita ucapkan tapi sulit bagi sebagian orang untuk melakukan. Banyak sekali kita mendengar dari sebagian orang “buat makan aja sulit dimana mau sedekah?” atau tak sering juga kita mendengar “kita susah - susah cari uang kok enak aja kita bagi – bagi uang yang susah kita cari?” ya ... itu memang tak sering juga kita mendengar hal semacam itu. Terus gimana kita menyikapinya? Ya kita hanya bisa meyakinkan dulu pada kita sudah sedekahkah kita saat ini? Dan perlu kita yakinkan juga pada diri kita kalau sedekahkan uang kita, tidak akan bakal kita jadi miskin. Allah yang menjamin semua itu. Dan yakinkanlah pada diri kita kalau kita menyedekahkan uang kita Allah lah yang akan mengembalikan uang kita berkali – kali lipat.
Tidak inginkah kita menjadi kaya? Ya itu pertanyaan yang konyol. Pasti hampir semua orang di dunia ini akan bilang “iya pasti”. Saya ingin menjadi kaya! Tapi kalau sekedar kaya itu artinya harta kita akan terasa hanya hmbar saja. Dalam artian kita tidak mendapatkan berkah dari harta kita itu. Karena sebagian harta kita adalah hak dari anak yatim. Maka dari itu mari kita sedekahkan sedikit uang kita kepada yang membutuhkan. Perhitungannya mudah seandainya kita bertemu orang yang hendak meminta – minta di jalan dan di dompet kita ada uang 30 ribu. Ya kita ambil aja 20 ribu lalu kita sedekahkan uang itu kepada si pengemis. “Wah kok banyak sekali?” itu tidak banyak sahabat kalau kita mau merenung sejenak uang 20 ribu itu bisa menjadi bekal kita kelak di akhirat. Jadi uang 20 ribu itu sangata murah. Masak kita membeli surga hanya dengan 20 ribu saja?
Atau kita dapat berkata dalam hati uang yang kita punya itu kita sedekahkan dan anggap uang itu kita pinjamkan kepada Allah. Dan mintalah kepada Allah masti Allah akan mengembalikan berkali – kali lipat. itu karena Allah maha kaya Dan yakinlah itu pasti!!. Karena saya juga mengalami efek dari sedekah. Setelah uang saya, saya sedekahkan tanpa di duga saya mendapatkan uang dari jalan yang tidak saya duga. Karena saya masih SMK jadi saya masih mengandalkan uang saku dari orang tua saya. Dan orang tua saya yang bekerja sebagai pedagang. Setelah saya mulai membiasakan diri untuk bersedekah, Subhanallah dagangan orang tua saya menjadi semakin laris dan setiap kali butuh uang saya tidak perlu meminta ada saja keluarga atau orang tua saya yang memberi saya. Ketika saya membayangkan sesuatu. Seperti hal yang ingin saya beli setiap kali saya terfikirkan, Allah memberi kemudahan dalam diri saya. Oh ya satu lagi sahabat. Sedekah itu kuncinya adalah ikhlas, itu bagi saya no 2. (maaf ini hanya pemikiran yang timbul dan menjadi prinsip dari diri saya) prinsip saya adalah “saya sedekah tidak harus ikhlas tapi harus di paksa sedekah” sebab apa? Kalau kita hanya memikirkan ikhlas kita hanya akan jalan di tempat. Maksudnya adalah kalau kita punya prinsip harus ikhlas. Seumpama kita bersedekah Rp1000 ya kita terus aja Rp 1000. Paling kesempatan lain hanya naik menjadi Rp5000. Karena apa ? yang penting kita ikhlas.

Coba kalau kita tidak ikhlas. Seumpama kita mengambil uang dalam saku kita lalu kita sedekahkan uang kita 50.000 walaupun itu tidak ikhlas kita paksa pasti nanti akan ikhlas juga kemudian hari. Selanjutnya kita naikkan nominal setelah kita lalu kita harus punya pedoman seperti hari kemarin. Seperti saya bilang tadi kita tidak akan miskin karena banyak sedekah. Karena yakinlah Allah pasti akan menggantinya jauh berkali – kali lipat.
Mari sahabat saya mengajak diri saya sendiri dan sahabat untuk membiasakan diri kita untuk bersedekah. Mari menjadi kaya penuh dengan bersedekah.

Jumat, 07 Desember 2012

Tanda – Tanda Kenabian Sebelum Kelahiran Rasulullah

Ini adalah tanda – tanda kenabian sebelum kelahiran beliau SAW agar menjadi saksi yang jujur, bahwanya beliau adalah benar – benar utusan Allah.
Tatkala ibunya Aminah binti Wahb mengandung beliau. Aminah bermimpi seakan – akan ada cahaya telah keluar dari dirinya. Cahaya itu menerangi antara Timur dan Barat.
Aminah mengatakan kepada suaminya, “Sungguh aku telah bermimpi pada malam ini seakan – akan ada secercah cahaya yang terpancar dari diriku. Cahaya itu menyinari dunia dari sekitarku, sampai seakan- akan aku melihat istana Kisra dari ngeri Syam. Dan aku mendengar sebuah suara yang berbisik kepadaku bahwa aku telah mengandung penghulu umat ini.”
Dan istri Abul Ash mengatakan, “Aku bersama Aminah binti Wahb ketika melahirkan Rasulullah. Maka aku tidaklah melihat sesuatu di Al-Bait (Ka’bah) kecuali aku mendapatinya bercahaya. Aku telah melihat bintang – bintang mendekat, sampai aku khawatir ia akan jatuh kepadaku.
Pada hari kelahiran beliau SAW singgasana raja Kisra terpecah dan empat belas balkon kerajaan runtuh.
Api Persia yang mereka sembah selain Allah juga padam, padahal api tersebut tidak pernah berhenti menyala selama seribu tahun.
Halimah As-Sa’diyah berkata tentang mukjizat yang cukup banyak yang terjadi padanya pada saat ia mengambil Muhammad SAW untuk disusui dirumahnya.
Ia mengatakan, “Aku bersama para wanita yang pekerjaanya menyusui keluar ke Makkah. Masing – masing dari kami berharap untuk dapat mengambil seorang bayi dari keluarga yang kaya agar upah penyusuannya pun banyak.
Aku mengendarai keledai yang kurus dan lemah. Aku membawa anakku yang masih menyusu. Suamiku berjalan di sampingku. Kami juga bersama seekor unta berina tua yang buah susunya tidak lagi mengeluarkan air susu.
Aku memacu keledaiku agar berjalan bersama wanit – wanita yang menyusui lainnya, sehingga aku tidak ketinggalan dari mereka.Tetapi keledaiku lemah, tidak mampu mengejar wanita – wanita itu. Aku pun ketinggalan dari mereka.
Ketika kami telah sampai di Makkah, kami ditawari Muhammad bin Abdullah. Masing – masing dari kami menolak untuk mengambilnya, karena ia adalah anak yatim dan upah penyusuannya sedikit. Semua wanita yang akan menyusui itu telah mengambil anak – anak (yang akan mereka susui), kecuali aku. Aku tidak mendapatkan seorang anak dari keluarga kaya dan tersisa hanyalah Muhammad, seorang anak yatim, putra Aminah binti Wahb.
Maka aku berkata kepada suamiku, ‘Aku tidak ingin kembali ke rumah tanpa membawa seorang anak. Mari kita pergi menuju anak yatim itu dan mengambilnya!’ Suamiku berkata, ‘Tidak apa – apa, mari kita mengambilnya. Semoga Allah menjadikan untuk kita berkah padanya.’
Air susu pada payudaraku saat itu sedikit sekali, hampir tidak cukup untuk satu orang anakkku sendiri. Sehingga ia terlihat lemah, sering menangis, dan sedikit tidur karena lapar. Akan tetapi, sejak aku mengambil Muhammad dan meletakkannya di atas pangkuanku untuk aku susui, aku merasakan ada air susu dan seakan – akan ia memenuhi seluruh tubuhku.
Muhammad pun menyusu sampai kenyang, begitu juga anakku. Mereka Kenyan dan tidur. Di tengah keterkejutan dan keherananku karena banyaknya air susu pada payudaraku, tiba – tiba suamiku berteriak, Wahai Halimah…sungguh telah terjadi sesuatu yang mengherankan. Unta betina kita yang tua itu buah susunya telah penuh dengan air susu. Aduhai, betapa gembiranya aku, wahai Halimah!!
Aku segera menuju kepada suamiku, dan kami pun memerah susu unta betina kami. Kami meminumnya sampai kenyang, lalu suamiku berkata, Sungguh kita telah mengambil seorang anak yang membawa berkah, wahai Halimah!!
Ketika akan menempuh perjalanan pulang untuk membawa Muhammad bersama kami agar ia tinggal bersama kami selama masa susuannya, aku mengendarai keledaiku yang kuru lagi lemah/ Di sini terjadi lagi peristiwa yang mengejutkan dan mengherankan, sebuah mukjizat lain membuat kami tercengan, juga semua wanita yang menyusui.
Sungguh, keledaiku yang lemah itu dapat bejalan dengan kuat dan cepat. Mengherankan, aku dapat mendahului semua wanita – wanita itu. Dan aku mendengar mereka dari belakangku mengatakan, ‘Wahai Haimah, apa yang telah terjadi pada keledaimu yang lemah itu? Dari mana datangnya kekuatan ini? Padahal dia dulu tidak mampu berjalan!!
Ketika kami telah sampai ke kampung kami di daerah pedalaman Bani Sa’ad, kehidupan kami tidak sebagaimana sebelum kami pergi ke Makkah. Sungguh, rumah kami telah terpenuhi dengan kebahagiaan dan keindahan setelah keberadaan anak kecil bernama Muhammad itu di sisi kami. Berkah demi berkah terjadi pada setiap apapun yang kami miliki.
Kambing – kambing kami, pada suatu ketika di8keluarkan untuk digembalakan, dan kembali sore hari dalam keadaan gemuk dan penuh dengan air susu, tidak seperti biasanya. Padahal, di tempat pengembalaan itu hanya terdapat sedikit sekali rerumputan dan tumbuhan hijau.
Orang – orang heran ketika melihat apa yang terjadi pada kambing – kambingku. Mereka saling bertanya, “Mengapa kambing – kambing kami kembali dalam keadaan kurus dan tidak ada air susunya, tetapi kambing Halimah kembali dalam keadaan gempal lagi gemuk – gemuk?!’
Akhirnya, mereka mengatakan kepada orang – orang yang mengembalakan kambing – kambing mereka, Pergilah dengan membawa kambing – kambing ini ke tempat di mana kambing – kambing Halimah digembalakan! Maka kambing – kambing itu di gembalan di satu tempat tersebut. Namun demikian, kambingku tetap pulan dalam keadaan lebih baik daripada kambing – kambingn mereka, karena berkah anak yatim, Muhammd.
Pada suatu hari datanglah anak Halimah berlari – lari memberitahu ibunya seraya berkata. “Saudaraku Muhammad, sungguh telah diambil oleh dua orang yang mengenakan baju serba putih, dan mereka membelah perutnya.”
Halimah berkisah, “Aku dan suamiku segerap pergi menuju Muhammad. Kami mendapatkan wajahnya berubah, lalu aku mendekapnya dan aku berkata padanya,’ Apa yang telah terjadi padamu, wahai anakku?’ Dari jawabannya aku pun mengetahui bahwa ada dua orang lelaki berpakaian serba putih dating dengan membawa sebuah baskom dari emas yang penuh dengan es, kemudia kedua orang tersebut mengambil dia lalu membelah perutnya dan mengeluarkan hatinya. Mereka mebelah hatinya dan mengeluarkan segumpal darah hitam lalu melemparkannya. Kemudia mereka mencuci hati dan perutnya dengan cairan es tersebut. Mereka memeluknya ke dada mereka dan mencium kepalanya dan di antara kedua matanya.
Kami pun kembali ke rumah dengan membawa Muhammad. Aku terus – menerus berpikir tentang perkara yang terjadi padanya. Sesungguhnya hal itu merpakan perkara menakjubkan yang menunjukkan bahwa anak yatim ini akan menjadi orang besar, akan tetapi aku mengkhawatirkannya. Aku dan suamiku berpikir untuk mengembalikannya kepad ibunya, karena masa penyusuannya pun telah sempurna.”

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More