Selasa, 04 November 2014

Di Balik Hilangnya Motor

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Cerita bermula saat saya di ajak ust Najib, ketika itu ada pertemuan bisnis dengan salah satu saudara muslim kita untuk membahas bisnis pengolahan tembaga (sore hari waktu itu di daerah Rampal kota Malang ). Dan hasil dari rapat tersebut sudah deal untuk melanjutkan bisnis. Kemudian kami (saya dan ust Najib) meluncur pulang, saat itu waktu magrib kami mampir sebentar di masjid di dekat jalan. Rencana selanjutnya saya akan menghantarkan Ust Najib ke rumah beliau, setelah solat magrib kami melanjutkan perjalanan pulang. Sampai di rumah ust Najib saya pamit pulang ke pondok, Dan ketika itu adzan Isya berkumandang dan secara spontan saya berhenti di salah satu masjid dekat rumah ust Najib, ketika hendak mengunci motor, perasaan saya ada yang gak enak tapi saya pasrah saja sama Alloh dan menyerahkan semua kepada Alloh, saya kunci ganda motor saya dan segeralah saya mengambil wudu, saya solat isya dan benar saja! saya melihat keluar masjid ternyata motor saya hilang! dan spontan saya telfon ust Najib dan kami berangkat ke kantor polisi untuk mengurusnya, saat kami di ajak di tkp perasaan saya biasa saja, sejak saya menaruh motor saya saya sudah ikhlas,Dan tanpa tidak sengaja saya mendengar orang yang di dikat masjid berkata "Masak orang itu yang kehilangan?" "kok wajahnya biasa saja seh" haha dan sayapun tersenyum dalam hati

Tapi ketika sampai di Ma'had (pesantren) saya langsung drop, dalam hati berfikir, Apa yang di mau Alloh dari ini? dan sayapun semakin terpuruk dengan pikiran saya yang saya merasa ini adalah godaan setan untuk mempengaruhi hatiku, Sejenak saya memejamkan mata dan saya mulai berkata dalam hati, "Setiap kali Allah akan memberi yang besar maka pasti ada cobaan yang besar di dalamnya"

Doa saya "semoga Allah mengganti motorku yang hilang dengan al Qur'an didalam hatiku dan Allah lebih dalam lagi untuk menyayangiku" Aamiin

Rabu, 27 Agustus 2014

Masa Paling Berat 14'

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Belum lama ini masa yang menjadi tekanan dalam hidup saya. Ketika hati sudah berkobar untuk meraih cita-cita seketika seakan-akan lenyap. Allah belum memberi kemudahan kepada saya untuk meraih ridhonya. Saya tau semua ini tidak terlepas dari yang namanya takdir Allah. Manusia hanya bisa merencanakan tapi Allah yang akan memutuskan. K etika hati berkobar-kobar untuk menghafal dan ketika itu pula ustd saya (mas khozen Al-Hafidz) memutuskan untuk keluar dari pondok pesantren saya. Beliau ingin melanjutkan kuliah dan Alhamduliilah di terima di Universitas Indonesia Jakarta. Rasa hati saya jadi sangat bergejolak. Disisi lain saya merasa bersyukur atas di terimanya beliau, tapi di sisi lain saya bingung untuk nanti saya mau setor hafalan sama siapa?? sekarang baru menghafal 2 juz Ya Allah 1 tahun hanya 2 Juz?? parah mungkin itu kalimat yang tepat yang sering saya lontarkan dalam hati saya, Allah masih belum memberi kemudahan kepada saya tapi saya yakin suatu saat saya Insyaallah akan dapat menyelesaikannya dan mampu menjadi bekal saya dan keluarga saya. Tapi ini dia masalahnya kemana saya bisa setor hafalan?? ustadz saya bilang nanti saya carikan, nanti saya carikan itu saja, lama-lama saya mulai tidak betah di podok ini, karena saya tujuan saya kesini untuk menghafal demi memahami apa yang di mau Allah dan lebih dejat lagi dengan Allah. Sampai kapan saya bisa bertahan seperti ini?? yaa Allah bantulah hamba, berilah hamba kemudahan dalam menghafal ya Allah. . .   

Minggu, 04 Mei 2014

Di Setiap kesuksesan pasti ada fase stress di dalamnya

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيمِ



Di Setiap kesuksesan pasti ada fase stress di dalamnya. Itulah kata motivasi yang diberikan ustadz Najib Hafidzullah kepada saya. Kata itu muncul ketika belau sedang sakit sariawan yang yang sering sekali, kemudian saya tana, kok sakitnya gak sembuh2 ustadz, apakah sudah menerapkan pengobatan yang disaranin sama mas Ari (seorang terapis yang bekerja di Al Madina Fondation). Tapi beliau menjawab pertanyaan saya itu dengan sangat bijak. "Di Setiap kesuksesan pasti ada fase stress di dalamnya" itu sudah pasti mas, begitu beliau berkata kepada saya. Kemudian beliau meneruskan semakin tinggi tingkat stress yang di tanggung maka semakin besar berkah yang di berikan Allah kepada kita

Stress yang dimaksud beliau di sini bukanlah stress dalam makna negatif (hilang ingatan/ ingatan yang konslet) tapi merupakan fase dimana orang merasa tertekan pikiran yang runyam, bingung,pusing tercampur aduk di dalammnya yang mengakibatkan sang penderita menjadi sering capek, sering sakit, dan sering emosi

Dari kata itulah saya mulai terbangun, wah "betul juga ya?" itulah yang saya rasakan saat ini. ketika saya menghafal Al Quran, saya berhadapan dengan surat yang panjang yang saya membacanya aja sulit apalagi menghafal, pernah saya ngeliat halaman suratnya saja saya sudah frustasi, dalam hati saya "apa bisa saya menghafal ni surat? baca aja saya tertatih-tatih" tapi ketika saya nekat saya baca surat yang mau saya hafal, saya ulang terus setiap ayat, eh sudah mulai hafal di tinggal sebentar sudah hilang lagi, Masyaallah, dan di situlah saya sering putus asa dan stress, tapi saya yakin Allah akan memberi kemudahan apabila saya mau terus mencoba, semakin lama semakin stress saya pernah 1 hari hanya hafal 1 ayat saja, itu terjadi di surat Al - Jin , sampai2 saya nyerah di hari itu pikiran saya sangat penuh dengan putus asa, dan seketika itu pula saya berfikiran untuk menenangkan diri, saya malam hari jalan-jalan naik sepeda motor di aloon2 batu bersama mas Ahmad (santri Al Madina) dan keesokannya saya mencoba kembali, dan Alhamdulillah saya bisa setor setengah halaman. Dan ketika saya menyelesaikan surat Al Jin rasa syukur saya panjatkan kepada Allah, saya baca tu surat sering2 tenang banget rasanya, dan kebahagiaan yang tak tergambarkan yang saya rasakan.

Yah walaupun sekarang baru 1 1/4 juz saya bersukur, dan saya bertekad untuk terus berjuang menghafal demi mengenal Allah lebih dekat lagi, dan siap untuk menerjang badai stress yang akan saya rasakan setiap menghafalnya, semoga  Kau jadikan hamba penghafal Al Quran Ya Allah Aamiin

Senin, 10 Februari 2014

Hal Tergila lagi

Bismillah sekarang insyaAllah tanggal 11 bulan 2 tahun 2014 adalah kali pertama sama melakukan hal gila dengan teman ma'had saya. Hari ini saya dan saudara2 saya dari Ma'had Al Madina akan melakaukan perjalan ke bali. Dulu saya pernah ke bali tapi sama sekali tidak tau arah menuju objek wisatanya. Hari ini rencananya kami akan berangkat dulu ke banyuwangi bertemu dengan teman Ma'had saya yang sekarang beliau masih liburan di sana. Jam 2.45 sore kami akan melakuakn perjalan ke banyuwangi naik kereta dari stasiun Malang kota baru sampai saya kami akan di sambut oleh keluarga beliau (Mas Irfan) sahabat Ma'had kami. Setelah sampai banyuwangi kami akan naik mobil yang telah kami rental dengan biaya sendi-sendiri. yang mau berangkat rencananya 5 orang dari Ma'had + 1 mas Irfan, yah Semoga Allah memberi kami kelancaran sampai dan kembali dengan selamat dan membawa cerita indah untuk dikenang di masa depan :)

Minggu, 09 Februari 2014

Ya Allah baru 1 juz

Bismillah,

ini adalah kali pertama dalam hidup saya memurajaah surat dalam al Qur'an sebanyak 1 juz. Ya Allah akhirnya saya mampu menghafal surah di semua juz 30. Dan tantangan selanjutnya adalah bagaimana cara saya menjaganya yang harus tetap dalam hati dan pikiran saya setiap ayat yang saya hafal dan di tambah hafalan yang baru di juz 29. Rasanya aneh dan sangat seneng banget bisa hafalin 1 juz Al Qur'an pasti bakan jadi hal yang sangat saya rindukan ketika saya memulai hafalan di juz ke 29. Semoga Allah memberi kemudahan dan memberi petunjuk untuk saya dan mampu menghafal juz 29 dengan baik mampu saya ingat dengan baik.

selanjutnya bersiap2 setoran 1 juz penuh di hari selasa yang di simak temen2 pondok. Ya Allah bantulah hamba dan bimbinglah hamba semoga lancar dan mampu tersimpan di hati dan di otak saya dan mampu saya wujudkan dalam tingkah laku saya sehari-hari

Aamiin. . . .

Sabtu, 08 Februari 2014

Gara-Gara Karpet Masjid

Assalamualaikum sahabat, saya akan sedikit bercerita nieh tentang pengalamanku tentang sujud tilawah dan tentang shof dalam solat.

Tahukah sahabat dengan sujud tilawah? yak tul sujud yang dilakukan apabila kita membaca atau mendengar surat dalam Quran kemudian bertemu dengan ayat sajadah.  dan di jelaskan pula dalam hadist Rasull yang artinya : 
*Ibnu Umar meriwayatkan, bahwa Nabi saw pernah membaca Al-Qur’an. Lalu beliau membaca sebuah surah yang ada ayat sajadahnya. Beliau lantas sujud dan kami juga sujud mengikuti beliau sampai-sampai beberapa di antara kami tidak mendapatkan tempat sujud bagi keningnya (karena banyaknya sahabat yang hadir). (HR. Muslim).

Hukumnya melakukan sujud ini adalah sunah. bahkan menurut sebagian Ulama Syafi'iyah dan Hanafiyah yang mewajibkan sujud tilawah ini, berdasarkan ayat "Mengapa mereka tidak mau beriman. Dan apa bila al-Qur'an dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud." [QS. Al-Insyiqaaq: 20-21] 
Sedangkan menurut mayoritas ulama hukumnya sunnah. Sahabat Zaid bin Sabit mengisahkan "Aku membacakan surat An-Najm kepada Nabi saw dan kamipun tidak bersujud." [HR. Daaruquthni dan mayoritas Ahli Hadits].
Sujud tilawah juga di lakukan didalam sholat, ketika imam membaca surat yang didalamnya terdapat ayat sajadah, tapi ketika imam tidak sujud maka kita tidak usah bersujud. Karena makmum harus selalu menyesuaikan gerakannya dengan imam. Tidak boleh melakukan gerakan yang tak dilakukan imamnya.

Suatu  ketika saya bertadarus di masjid di kampung saya, saat itu bertepatan dengan surat yang didalamnya terdapat ayat sajadah, dan seketika saya bersujud, dan banyak orang di sebelah sayapun heran dengan apa yang saya lakukan, seketika pula mereka bertanya:
adakah yang salah dengan surah yang kamu baca? atau kamu salah membaca?
Sahabat memang tidak bisa disalahkan, karena bagi meraka apa yang sya lakukan itu sangat asing. Dan ketika saya bertanya pada salah seorang teman di lingkungan saya kebanyakan dari meraka berkata” Ah itu gak pernah di ajarin di TPA (Taman Pendidikan Al-Quran) jadi ya gak tau, dari situ saya mulai bertanya dalam hati” kenapa ya saat TPA cuma diajarkan caranya ngaji saja. Tapi sunah2nya dalam Al-Qurannya pada gak di ajarin?”

Selain itu juga ada sunah yang hilang dalam masyarakat terutama di kampung2. Ketika solat berjamaah jarak antara satu orang yang menjadi makmum dengan orang lain sangat berjauhan. Padahal di jelaskan dalam hadist Rasull yang berbunyi “Luruskan shaf-shaf kalian. Dan demi Allah, luruskanlah shaf-shaf kalian, atau jika tidak niscaya Allah akan menjadikan hati kalian saling berseteru.” (Shahîh Sunan Abu Dâwud : 616)”
Mungkin semua itu juga salahnya karpet masjid yang ada gambar sajadahnya. Gimana gak salah orang buat karpet masjid kebanyakan gambarnya gede2 jadi satu gambar buat satu orang, ya kalo orang yang nempatin gede? Kalo kecil? Kurus? Apa lagi anak kecil? Wah jaraknya bisa kayak Jakarta-Jeddah, hahaha
Bagi meraka solat berjamaah itu yang penting bukan masalah shof tapi yang penting solatnya tuma’ninah. Ya emang sieh itu bener juga tapi shof yang rapat dan lurus itukan adalah syarat kesempurnaan dalam solat berjamaah?. Dan banyak pula makmum yang tak paham dengan ucapan imam ketika hendak melakukan solat. Ketika imam membaca

سَوُّوا صُفُوفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفِّ مِنْ تَمَامِ الصَّلَاةِ

Luruskanlah shaf-shaf kalian, karena sesungguhnya lurusnya shaf termasuk kesempurnaan shalat.
(HR Muslim)
Mereka malah cuek aja dan tetep aja ikutin gambar sajadahnya. Kasian itu imamnya, imamkan yang nanggung dosanya jamaah. Kalo jamahnya aja cuek si imam bisa2 capek juga ngingetin.pernah juga suatu ketika saya solat berjamaah ketika hendak solat saya merapatkan, eh malah orang yang di sebelah saya minggir lagi, saya pepet lagi, beliaunya minggir lagi, yaudah treus mau diapain? Saya ya diem aja dan langsung takbir. Tapi ada juga kejadian yang lain ketika saya merapatkan shof ada yang bilang”eh jangan mepet2 liat itu karpetnya ada bagiannya sendiri-sendiri jangan serakah dong hahaha. Dan yang terakhir ketika saya merapatkan shof eh orany yang saya pepet malah mundur, katanya sumpek2 I ae J. yaaah menurut saya sieh ya gak perlu ada yang disalahin Cuma kita seharusnya yang tau masalah kayak gini ya ngingetin sama yang gak tau biar sama-sama berkah

Melepas Penat Di Sarangan


Hari ini 30 desember 2012, hari saya berpergian ke jalan tembus (JT) jalan alternatif yang menghubungkan antara Magetan Jawa Timur dan Karanganyar Jawa Tengah, di sinilah tempat yang banyak di gunakan anak muda ataupun orang tua yang mengajak keluarganya atau anak muda yang mengajak temannya atau pacarnya untuk menikmati indahnya alam disana juga terdapat tempat wisata telaga Sarangan atau juga ada air terjun Sarangan. Tempatnya lumayan asyik untuk di jadikan tempat melepas penat karena udaranya yang sejuk dan suasana pegunungan yang amat menenagkan hati. Tempat ini terletak di lereng gunung lawu.

Saya memang sudah dari kemarin hari telah punya angan-angan ke sana soalnya ada Ardan salah satu teman saya yang sekolahnya di pondok tapi belum pernah mengunjungi sarangan. Ya maklum saja rumahnya Di Ngawi tapi dia punya saudara  di dekat rumah saya. Neneknya lebih jelasnya. Bersama pak leknya yang masih muda saya sudah berangan-angan untuk berangkat. Setelah ke esokan harinya saya sms pak leknya. Saya tanyakan jadi gak acaranya. Ya pertama hampir aja gak jadi soalnya motornya yang gak ada. Setelah berunding akhirnya ngajak temen lagi buat di ajak bareng-bareng ke sana. Wah setelah Hanta (temen yang lain) mau di ajakya akhirnya kami sepakat berangkat jam 10 pagi. Setelah menyelesaikan film Naruto yang movie. Setelah waktu menunjukan jam 10 ya saya mandi, pakai celana sama pakai kaos+jaket tapi setelah di pikir-pikir ngapain pakai jaket sekali-kali gak usah pakai jaket.

Setelah semuanya siap eh saya tunggu lama gak nongol-nongol ternyata Hanta masih mandi. Eh jam uda 10.30 saya kira gak jadi berangkat. Dan setelah beberapa menunggu ternyata hadir personil yang lain temen satu Rt juga banyak yang kepingin ikut. Alhamdulillah lah biar rame suasananya. Setelah semua siap dengan motor masing-masing yang lain di bonceng kami berangkat,. Eh baru perjalanan kira-kira 3 kilo ujan turun deras banget ya akhirnya kami berteduh. Apes banget dah uda siap-siap udah ganteng-ganteng kok ujan turun tiba-tiba. Gak lama menunggu ujannya reda eh ya lanjut dah. Wah gila lama nunggu ujan tadi ternyata hanya berjarak 200m langitnya terang banget jalannya gak ada bekas ujan sama sekali.

Setelah jalan kira-kira 10 Km ujan turun lagi akhirnya menepi lagi tapi pas menepinya di pom bensin sekalian isi Full dah. Tapi kelihatannya ujannya bakalan awet dah kelihatan langitnya gelap banget sama ujannya deres. Ya kira-kira menunggu 20 menit gak ada ujannya reda tapi masih gerimis. Ya lanjutin aja dah.. dalam hati nyesel banget kenapa tadi gak pakai jaket. Dinginnya udara terasa menembus tulang. Hmmm hhrrr. Setelah berjalan kurang lebih 13 Km eh ujannya turun lagi. Ya akhirnya menepi lagi. Setelah seperti itu terus kejadiannya “ujan menepi-reda jalan lagi” terus sampai 3x ya akhirnya sepakat walaupun ujan terjang aja biar cepet sampai. Dengan menunggangi motor dengan hati-hati soalnya jalannya licin akhirnya sampai juga di jalan tembus di sana berjajar banyak warung yang menjual sate kelinci dan aneka minuman hangat akhirnya kami memutuskan untuk menepi sesuai tujuan awal jauh-jauh motoran hanya untuk meneguk segelas kopi hahaha. Semua terlihat pucat karena kedinginan. Dan udaranya juga yang pada dasarnya sudah sangat dingin udara khas pegunungan. Kami semua pesan aneka minuman hangat. Saya sendiri memesan segelas energen dan semangkuk mie sedap lengkap denagn telur  untuk menghangatkan tubuh. Dengan baju yang basah saya melepas baju saya dan menjemurnya. Gila dingin dingin gak pake baju, mana badan saya kurus gepeng tanpa daging hahaha tapi saya mah enjoy aja dah yang penting gak kedinginan akhirnya teman saya Mas mahmud ikut-ikut lepas baju dan gak pakai apa-apa wkwkw. Sambil ngopi di selingi juga canda tawa. Karena saya juga bawa camera digital kami semua narsis2 dah baut foto2.




Model foto yang aneh-aneh haha. Setelah puas berfoto ria dan semua juga sudah puas dan minuman juga sudah habis sekitar jam 2 sore kami pulang. Karena embun yang turun begitu tebal menambah udara yang dingin dalam perjalanan hahaha saya naik motor dengan pelan-pelan hingga akhirnya kira-kira 10 Km saya merasakan sudah gak terlalu dingin saya akhirnya ngebut dah. Sampai rumah saya langsung mandi solat dan pakai selimut yang tebel banget coz gak kuat sama dinginnya. Hehehe

Inilah akhir cerita lagi-lagi menjadi cerita yang tak begitu seru tapi begitu berkesan. Saran saya sahabat edwin sediakan payung sebelum hujan. Jangan sok kayak saya gak pakai jaket akhirnya kesiksa juga. Hehe akhirnya Wa’salamualaikum. . . J

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More